RADAR JOGJA – Akhir-akhir ini suhu udara di Yogyakarta terasa panas. Meski kondisinya diguyur hujan.
Pengguna AC memang sudah banyak di kalangan masyarakat.
Namun tak banyak juga yang masih menggunakan kipas angin lantaran tegangan listrik yang tinggi.
Tentunya hal ini akan berpengaruh pada tagihan listrik yang membengkak jika menggunakan AC.
Sehingga kipas menjadi pilihan alternatif yang pembeliannya dan tagihan listriknya lebih terjangkau.
Nah, di saat cuaca panas, kita sering kali menyalakan kipas angin untuk menurunkan suhu agar lebih dingin.
Namun taukah kalian bahwa menggunakan kipas angin berlebihan juga membahayakan lho.
Apalagi kipas angin dihidupkan saat siang hari hingga malam hari. Ini dapat berpengaruh pada kesehatan tubuh.
Penggunaan kipas angin yang terlalu lama membuat seseorang tidak nyaman saat tidur.
Seperti saat bangun tidur, tenggorokan terasa sakit, atau demam bahkan badan terasa tidak nyaman.
Sebenarnya tidur dengan kipas angin menyala itu sah-sah saja, namun kenyataannya pastikan kebersihannya. Jangan ada debu menumpuk di dalam kipas.
Debu-debu inilah yang bakal menjadi penyebab penyakit.
Selain debu yang harus dibersihkan, perhatikan juga jarak kipas angin dari wajah dan tubuh saat tidur.
Seorang ahli spesialis pulmonologi mengatakan bahaya tidur dengan kipas angin muncul saat kipas angin terlalu dekat dengan wajah dan tubuh dalam jangka waktu lama dan kencang.
Jarak yang terlalu dekat bisa mengganggu, apalagi jika langsung hadap-hadapan dengan wajah. Ini bisa menyebabkan tekanan udara yang tinggi dan membuat pernapasan terganggu.
Mengatur jarak kipas angin dengan tempat tidur anda sangat disarankan. Yang penting kipas bisa menghalau udara panas di dalam ruangan, bukan untuk mengipasi tubuh anda terlalu dekat. (Zihan Yafi Alghani/Radar Jogja)
Baca Juga: Capaian Investasi 2023 Rp 139 Miliar, Target 2024 Belum Ada Penetapan, Ini Alasannya...
Editor : Meitika Candra Lantiva