RADAR JOGJA - Pernahkah kalian mendengar istilah Xanthophobia?
Seperti namanya, xanthophobia adalah suatu kondisi langka berupa ketakutan yang tidak rasional atau berlebihan terhadap warna kuning.
Melansir dari indozone.id, meski terdengar aneh, kondisi ini nyata dan dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang.
Jangan kaget jika karakter SpongeBob SquarePants atau sekadar sebutan "pisang" dapat menjadi pemicu kecemasan bagi mereka yang mengalami xanthophobia.
Secara sederhana, xanthophobia adalah keadaan seseorang yang memiliki ketakutan berlebih terhadap warna kuning.
Fobia tersebut masuk ke dalam jenis ketakutan spesifik yang terjadi ketika seseorang memiliki ketakutan berlanjut dan intens terhadap objek, konsep, aktivitas, situasi, atau orang tertentu.
Menurut Rene Garcia, dalam jurnalnya yang berjudul Neurobiology Of Fear And Specific Phobias pada 2007, ia memperkirakan bahwa sekitar 5 hingga 10 persen populasi Amerika Serikat hidup dengan fobia spesifik.
Meskipun begitu, para ahli tidak sepenuhnya yakin apa yang menyebabkan seseorang mengidap fobia spesifik, seperti xanthophobia.
Namun kemungkinan kombinasi faktor genetika, pengalaman keluarga, kejadian traumatis dan lingkungan yang menyebabkan seseorang mengidap fobia ini.
Melalui Very Well Mind, menurut Judith Joseph, MD, psikiater asal Amerika Serikat menyebut, sebuah peristiwa traumatis yang melibatkan warna tertentu dapat menyebabkan seseorang mengembangkan fobia terhadap warna tersebut.
"Jika Anda tertabrak oleh mobil yang berwarna kuning, seperti taksi New York City, itu mungkin memicu respons ketakutan," kata Judith.
Perlu diingat, bahwa gejala-gejala dari xanthophobia dapat bervariasi pada setiap individu, tetapi umumnya mencakup:
- Ketakutan, ketidaknyamanan, dan kecemasan ketika melihat warna kuning.
- Menghindari situasi di mana akan terpapar warna kuning.
- Mengalami panic attack yang diprovokasi oleh warna tersebut.
- Gejala fisik kecemasan seperti sakit perut, sakit kepala, mual, detak jantung yang cepat, peningkatan keringat, tangan yang lembab, dan sesak napas yang terkait dengan fobia.
- Potensi agorafobia (ketakutan meninggalkan rumah atau ruang aman karena mungkin Anda akan bertemu dengan sesuatu yang berwarna kuning).
Ketika mengidap xanthophobia, kamu mungkin merasa bingung sejauh mana fobia ini dapat membatasi keberlangsungan hidup.
Usai mengetahui penyebab hingga gejalanya, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati xanthophobia:
- Terapi Kognitif Perilaku (CBT)
Terapi ini sering kali efektif dalam mengobati fobia warna. Terapis dapat menggunakan teknik-teknik seperti terapi eksposur, di mana individu secara bertahap terpapar pada warna kuning untuk mengurangi tingkat kecemasan.
- Terapi Eksposur
Menciptakan situasi terkendali untuk terpapar warna kuning secara bertahap, agar dapat mengurangi kecemasan.
- Psikoterapi
Yakni konseling untuk pemahaman dan pengelolaan xanthophobia secara emosional dan mental.
Baca Juga: Mahasiswa KKN 25 UMBY Lakukan Sosialisasi Pengolahan Sampah di SD Nitikan Semanu
Editor : Meitika Candra Lantiva