Dengan jumlah penduduk hampir 280 juta jiwa, diperkirakan jumlah kasus kanker akan meningkat sebesar 65,1 persen dalam dua dekade mendatang di negara tersebut.
Penyebab tak lain adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan risiko penyakit kanker.
Baik mengenali gejalanya maupun cara mencegahnya.
Sangat sedikit warga yang juga diperiksa secara rutin.
Faktanya, tingkat kelangsungan hidup akan lebih tinggi ketika kanker terdeteksi pada tahap awal.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Kelompok Onkologi Radiasi (KSM) Staf Medis RSCM/Otoritas Pelayanan Terpadu (IPT) ditemukan bahwa sebagian besar masyarakat umum yaitu 59,8 persen belum mengetahui adanya masyarakat.
Program Hidup Sehat berbasis (GERMAS) yang mencakup pola hidup sehat meliputi pola makan dan olah raga.
Faktanya, mayoritas, yaitu 79,4 persen, belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan.
Rendahnya tingkat pengetahuan dan banyak faktor terkait lainnya menyebabkan tingginya angka kasus kanker stadium akhir, mencapai sekitar 65 persen.
Editor : Bahana.