RADAR JOGJA - Golongan darah merupakan ciri khusus darah dari suatu individu.
Golongan darah ditentukan berdasarkan ada atau tidaknya zat antigen pada sel darah merah dan plasma darah.
Antigen berfungsi seperti tanda pengenal sel tubuh.
Secara umum, golongan darah terbagi menjadi empat jenis, yaitu golongan darah A, golongan darah B, golongan darah AB, dan golongan darah O.
Golongan darah AB sendiri termasuk golongan darah yang langka dan di Indonesia.
dari total 274 juta penduduk, hanya ada sekitar 3 juta orang dengan golongan darah AB.
Dan golongan darah ini dapat menerima transfusi darah dari semua golongan darah lainnya.
Sebuah studi tahun 2014 yang dituliskan ke dalam jurnal berjudul ABO blood type, factor VIII, and incident cognitive impairment in the REGARDS cohort, menemukan orang dengan golongan darah AB 82 persen berisiko mengalami gangguan kognitif, seperti kesulitan mengingat dan gangguan bahasa dalam komunikasi.
Selain itu, golongan darah AB sering dikaitkan dengan risiko kadar protein pembekuan darah yang lebih tinggi ketimbang pemilik golongan darah O.
Pemilik golongan darah AB juga dikaitkan dengan risiko serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi akibat gumpalan yang menghalangi aliran darah menuju otak.
Berkaitan dengan masalah kesehatan yang berisiko bisa dialami oleh pemilik golongan darah AB, berikut ini simak penjelasannya :
Penurunan Fungsi Kognitif Pada Otak
Pemilih golongan darah seperti A, B, dan AB berisiko mengalami penurunan fungsi kognitif pada otak, yang berujung pada demensia di kemudian hari.
Ketimbang dengan golongan darah O, risikonya lebih besar dialami oleh pemilih golongan darah A, B, dan AB.
Salah satu alasannya adalah fakta bahwa golongan darah dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.
Sejumlah gangguan tersebut berujung pada penurunan fungsi kognitif.
Terapkan hal ini untuk tetap menjaga fungsi kognitif tetap sehat:
- Rutin melakukan olahraga.
- Kelola stres dengan baik.
- Tidur dalam waktu 7-9 jam setiap malam.
- Temui dokter untuk mengelola gejala demensia yang dialami.
Serangan Jantung dan Penyakit Jantung
Serangan jantung dan penyakit jantung lainnya terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke dan dari jantung mengalami penyumbatan dan penyempitan.
Orang yang memiliki golongan darah AB berisiko mengembangkan komplikasi jika tidak diatasi dengan langkah perawatan yang tepat.
Berikut ini beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk menurunkan risiko terjadinya komplikasi:
- Jauhi area yang tercemar polusi udara.
- Sebaiknya berolahraga di dalam ruangan saja.
- Lakukan diet jantung sehat dengan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, ikan, dan kacang-kacangan.
- Lakukan olahraga secara rutin.
- Berhenti merokok sekarang juga.
Stroke
Stroke bisa terjadi ketika suplai darah ke bagian otak mengalami gangguan atau berkurang akibat tersumbatnya pembuluh darah oleh plak atau timbunan lemak.
Hal tersebut membuat jaringan otak tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga berujung pada kematian sel-sel otak dalam hitungan menit.
Berikut ini beberapa pola hidup sehat yang dapat menurunkan risiko stroke:
- Menjaga berat badan ideal dengan melakukan diet sehat.
- Aktif secara fisik setiap hari atau rutin berolahraga.
- Hindari minuman manis, bersoda, atau alkohol.
- Hindari penggunaan obat-obatan terlarang.
Hal yang perlu ditegaskan, tidak semua orang dengan golongan darah AB berisiko mengalami kesehatan di atas.
Karena sebagian besar akibat terjadinya gangguan kesehatan ditentukan oleh gaya hidup yang dijalani sehari hari. (Rattiantic/Radar Jogja)
Editor : Meitika Candra Lantiva