RADAR JOGJA - Sebagian dari kalian pasti tak asing dengan herpes.
Herpes merupakan munculnya lepuhan yang berisi cairan dan berwarna merah pada kulit.
Jenis virus herpes yang dapat menyerang manusia beragam, dan masing-masing jenis bergantung pada jenis herpes yang terjadi.
Virus yang menyebabkan penyakit ini dapat menyebar di beberapa area tubuh, seperti mulut hingga area genital.
Selain itu, ada beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan herpes yang dapat menyerang manusia.
Berikut adalah jenis herpes dan gejalanya.
Jenis virus Herpes yang bisa menyerang orang, sebagaimana dilansir dari ncbi.nlm.nih.gov, ada tiga jenis.
Antara lain, alpha herpesvirus, beta herpesvirus, dan gamma herpesvirus.
Dari ketiga kelompok virus herpes, beberapa jenis dapat menginfeksi manusia.
Jenis alpha herpesvirus adalah virus herpes yang paling umum dan dapat menginfeksi orang.
Sebagaimana dijelaskan berikut ini !
1. Virus Herpes Simplex Tipe 1 (HSV 1)
Jenis virus herpes ini dapat muncul di mulut (herpes oral) atau bibir (herpes labial).
Selain itu, HSV 1 dapat muncul di alat kelamin (genital) karena berhubungan seks dengan orang yang menderita herpes oral.
HSV 1, sebagian besar kasusnya tidak memiliki gejala, tetapi risiko penularan jenis ini akan lebih tinggi melalui kontak langsung dengan penderita yang memiliki luka terbuka karena HSV 1.
2. Virus Herpes Simplex Tipe 2 atau HSV
Herpes jenis ini biasanya terjadi pada alat kelamin, juga dikenal sebagai genital, dan dapat kambuh, dengan frekuensi yang berbeda untuk setiap pasien.
Jenis virus ini juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan penderita herpes, biasanya melalui hubungan seksual.
Selain itu, jenis herpes ini dapat ditularkan melalui ibu ke anak pada saat bersalin, tetapi kasus ini jarang terjadi.
3. Virus Varicella-Zoster (VZV)
Virus jenis ini biasanya menyebar melalui droplet dan tumbuh di bagian hulu kerongkongan atau nasofaring.
Cacar air, gejala dari jenis virus ini, adalah lepuhan gatal yang dapat menyebar ke seluruh tubuh.
Setelah sembuh dari cacar air, orang yang terinfeksi VZV kadang-kadang menyimpan virus jenis ini di dasar tulang tengkorak atau area di sekitar tulang belakang, sehingga dapat aktif kembali di kemudian hari.
4. Sitomegalovirus
Jenis virus ini dapat menyebar melalui air liur, air mani, urin, dan air susu ibu (ASI).
Jenis virus ini biasa atau paling umum terjadi, dan virus akan tinggal di dalam tubuh seumur hidup.
5. Bakteri Epstein-Barr
Jenis virus ini dapat menyebar melalui hubungan seksual, terutama saat berpartisipasi dalam aktivitas yang melibatkan pertukaran air liur.
Virus Epstein-Barr dapat menyebabkan mononukleosis atau demam kelenjar yang dapat dialami siapa saja, khususnya pada remaja.
6. Virus Herpes Manusia 6 dan 7
Jenis virus herpes ini memiliki hubungan dengan kasus roseola infantum, pitiriasis rosea, reaksi hipersensitivitas, lichen planus, hingga beberapa manifestasi kulit lainnya.
Herpes jenis ini biasanya sering terjadi pada anak-anak dengan rentang usia dari enam bulan hingga dua tahun.
Biasanya gejala dari jenis virus herpes ini dapat menyebabkan demam tinggi serta ruam pada kulit.
Virus herpes ini berhubungan dengan sarkoma kaposi atau kanker sel-sel endotel, terutama pada pasien AIDS dan tumor padat di abdomen.
Penyebaran virus ini dapat melalui hubungan seksual, air liur, dan darah.
Di dalam tubuh orang yang terinfeksi, virus ini akan dikendalikan sistem kekebalan tubuh, sehingga terkadang orang tidak menyadari jika sudah terinfeksi.
8. Virus B
Pada manusia, jenis virus herpes ini dapat menyebabkan encephalitis atau radang otak dan dapat berakibat fatal.
Virus biasanya menyebar melalui orang yang terinfeksi atau gigitan monyet yang terinfeksi. Virus masuk ke otak melalui neuron.
Dari delapan jenis virus herpes tersebut, gejala yang ditimbulkan oleh masing-masing jenis memungkinkan untuk memperhatikan gejala yang mungkin muncul, sehingga dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan profesional.
Jika ditemukan gejala infeksi, mereka dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
(Renal Fabriansyah/Radar Jogja)
Baca Juga: Belum Ada Obat Khusus Virus Japanese Encephalitis, Dinkes Sleman Masifkan Pencegahan
Editor : Meitika Candra Lantiva