Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Apa Benar Mengunyah Permen Karet Bisa Membuat Untuk Berhenti Merokok? Begini Penjelasannya !

Adek Ridho Febriawan • Rabu, 10 Januari 2024 | 21:29 WIB
Ilustrasi kompilasi foto upaya berhenti merokok. Apakah benar mengunyah permen karet bisa menjadi salah satu upaya berhenti merokok?..
Ilustrasi kompilasi foto upaya berhenti merokok. Apakah benar mengunyah permen karet bisa menjadi salah satu upaya berhenti merokok?..

RADAR JOGJA - Berhenti merokok bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakoni.

Sejumlah orang beranggapan berhenti merokok berpotensi pada peningkatan berat badan.

Pasalnya, tubuh menjadi mudah lapar dan nafsu makan menjadi lebih besar.

Berhenti merokok tidaklah mudah. Butuh niatan besar agar bisa berhenti merokok.

Menurut dokter spesialis paru Prof dr Agus Dwi Susanto, SpP(K), FISR, FAPSR, sejumlah upaya yang bisa dilakoni seseorang untuk berhenti merokok, yakni dengan mengunyah permen karet. 

"Permen karet adalah salah satu upaya untuk mengatasi adiksi, withdrawal, juga perilaku. Menggunakan permen karet adalah perilaku yang diubah oleh kita, biasanya pegang rokok, kita ganti dengan permen karet," kata dia melalui sebuah acara kesehatan yang digelar daring dilansir dari Antara.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, sebenarnya tidak harus mengunyah permen karet untuk upaya berhenti merokok.

Melainkan membuat tangannya sibuk seperti berkebun atau aktivitas lainnya.

"Kalau orang itu merokok biasanya pegang rokok, setiap hari harus ada sesuatu di mulutnya, maka itu kita harus menggantinya, terapi perilakunya," ujar dia.

Dia melanjutkan, dalam manajemen berhenti merokok, terdapat sejumlah aspek yang perlu diperhatikan.

Mulai dari tata laksana ketagihan, tata laksana putus nikotin, tata laksana perilaku berupa perubahan perilaku dan tata laksana dukungan lingkungan.

Menurut Agus, komitmen dan motivasi menjadi hal penting.

Apabila niat seorang perokok untuk berhenti merokok masih tergolong rendah, maka dia biasanya membutuhkan modalitas untuk berhenti merokok yang lebih banyak.

Modalitas ini biasanya bukan hanya obat, tetapi juga terapi tambahan berupa non-farmakoterapi misalnya hipnoterapi, psikoterapi, akupuntur, rehabilitasi medik.

Itu semua harus dikombinasi.

"Biasanya kalau terapi tambahan antara obat dengan kombinasi non-obat, keberhasilannya bisa naik, bisa sampai 60-70 persen, lebih tinggi dibandingkan terapi tunggal," terang kata Agus.

Berbicara upaya berhenti merokok, Kementerian Kesehatan pernah memberikan kiat berupa "S.T.A.R.T.".

'S' yakni, set yakni menetapkan tanggal mulai berhenti

'T' atau tell yakni memberitahukan kepada seluruh lingkungan sehari-hari seperti keluarga dan teman untuk mendukung.

'A' atau anticipate yakni mengantisipasi dan mengenali waktu timbulnya keinginan untuk merokok dan buat rencana untuk menghadapinya.

'R' yakni remove dengan menjauhkan rokok dari jangkauan anda dan buanglah berbagai peralatan yang dapat mengundang ajakan untuk merokok.

'T' yaitu, talk atau mengonsultasikan ke layanan upaya berhenti merokok.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#mengunyah permen karet #berhenti merokok #penjelasan #rokok