RADAR JOGJA - Dokter yang dikenal dermawan dan berjiwa sosial tinggi di Kota Solo dr Lo Siaw Ging meninggal dunia di Rumah Sakit Kasih Ibu, Selasa (9/1).
Dokter yang dikenal luas dengan jiwa sosialnya kepada kaum duafa ini meninggal dalam usia 90 tahun.
Manager Humas Rumah Sakit Kasih Ibu Divan Fernandes mengatakan, Dr Lo dirawat di Rumah Sakit Kasih Ibu sejak 5 Januari lalu. Setelah menjalani perawatan dokter senior ini meninggal pukul 14.00.
“Dengan penuh kehilangan, RS Kasih Ibu menyampaikan kabar duka atas meninggalnya Dokter Lo Siauw Ging. Beliau adalah seorang dokter yang berdedikasi sosial tinggi, meninggalkan kita semua hari ini (kemarin) pukul 14.00 di RS Kasih Ibu,” ujar Divan.
Divan mengatakan, Dr Lo dikenal sebagai tokoh yang memiliki dedikasi tinggi dalam mengabdi di bidang sosial dan kesehatan di Kota Solo.
Dedikasinya yang tanpa henti dalam memberikan layanan kesehatan tanpa memandang status sosial ekonomi telah memberikan dampak positif bagi banyak orang.
Dr Lo telah meninggalkan warisan luar biasa di RS Kasih Ibu dan Kota Solo. Meninggalkan kenangan yang tak terlupakan bagi mereka yang pernah berinteraksi dengannya.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga, kerabat, dan teman-teman Dokter Lo Siauw Ging. Semangatnya dalam memberikan pelayanan dan kontribusi positif akan tetap dikenang,” ujar dia.
Selanjutnya jenazah dokter kelahiran Magelang, 16 Agustus 1934 yang dikenal masyarakat Solo sebagai dokter yang selalu memberikan layanan berobat gratis itu akan disemayamkan di Thiong Ting Jebres mulai siang ini.
Sekadar informasi, Lo Siaw Ging meninggal di usia 90 tahun pada Selasa (9/1) siang. Dokter kelahiran Magelang, 16 Agustus 1934 itu sempat menjabat sebagai dokter di RS Dr Oen Kandang Sapi hingga jadi direktur utama di RS Kasih Ibu (1981-2004).
Meski sudah mencapai puncak karir dalam dunia pengobatan, sang dokter dermawan masih selalu membuka praktik umum di rumahnya di Jagalan, Jebres setiap pagi dan sore hari.
"Dulu saya periksa gratis waktu saya kecelakaan. Saya jadi pasien langganan lebih dari 4 tahun. Gratis tidak pernah bayar. Beliau tegas demi pasiennya," ujar Tri A, pasien setia sang dokter dermawan.
Editor : Heru Pratomo