RADAR JOGJA - Panu merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur.
Adanya jamur pada kulit, tentunya mengganggu pigmentasi kulit. Sehingga menghasilkan bercak-bercak kecil yang mengubah warna kulit.
Bercak akibat infeksi jamur umumnya berwarna lebih terang atau lebih gelap daripada kulit di sekitarnya.
Penyakit panu ini bisa disembuhkan.
Pada umumnya panu bisa hilang setelah diobati menggunakan obat antijamur.
Selain itu, seseorang yang terkena panu perlu menjaga pola hidup bersih. Beberapa di antaranya, mandi dengan air bersih dan selalu mengganti pakaian.
Pasca beraktivitas dan tubuh mengeluarkan keringat, sebaiknya mengganti pakaian bersih.
Panu bisa saja menular dari individu satu ke individu lainnya. Penularannya bisa karena menggunakan barang yang sama. Misalnya satu handuk digunakan bersama-sama,
Namun pada beberapa kasus, ada penyakit panu tak sembuh dalam waktu bertahun-tahun.
Jika demikian, apa penyebabnya?
Ternyata jamur penyebab panu menghasilkan suatu zat bernama asam azaleat, yang menyebabkan warna kulit terinfeksi menjadi lebih pucat.
Pada saat kita menggunakan obat-obat panu yang bersifat anti jamur, biasanya saat sembuh pun warna kulit pucat atau putih tersebut tetap bertahan lebih lama.
Hal ini sering dianggap masyarakat sebagai 'belum sembuh', padahal yang tersisa mungkin hanyalah bekasnya, sedangkan jamurnya sudah mati.
Pengobatan panu tidak hanya membutuhkan obat-obatan saja. Kita juga harus dapat mengontrol faktor risiko jika kita memilikinya.
Beberapa faktor risiko tertentu, misalnya seperti kelembaban yang tinggi, sering berkeringat, meminum obat-obat antibiotik. atau obat lain yang dapat menurunkan daya tahan dalam jangka yang cukup panjang.
Jamur ini akan berkembang lebih pesat (overgrowth), sehingga menimbulkan kelainan kulit, antara lain dalam bentuk panu.
Nah jadi udah taukan 3 penyebab kenapa panu susah dihilangkan ? Semoga bermanfaat ya informasinya.
Editor : Meitika Candra Lantiva