RADAR JOGJA - Jumlah infeksi Covid-19 di beberapa negara, termasuk Indonesia dan Singapura, mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Salah satunya disebabkan oleh Covid-19 subvarian EG.5 atau Eris.
Subvarian ini menimbulkan gejala umum pada pasien Covid-19.
Dokter juga melihat gejala pada penderita Covid-19 EG.5 seperti sakit tenggorokan, batuk, sesak nafas dan pilek.
Namun, indera penciuman dan rasa pengecap sudah tidak ada lagi.
Faktanya, varian EG.5 sangat mirip dengan varian Omicron yang menyebar sebelumnya.
Jadi, menurut Dr.Albert Ko, seorang dokter penyakit menular dan profesor di Yale School of Public Health, cvarian ini relatif mudah menular.
Kemungkinan EG.5 lebih mudah menular dibandingkan varian XBB lainnya.
Meski tidak ada alasan khusus di balik kecurigaan tersebut, WHO menyatakan bahwa EG.5 memiliki sifat pelepasan kekebalan tubuh yang lebih tinggi dibandingkan varian lainnya.
Ada beberapa cara mudah untuk mengurangi batuk dan melegakan tenggorokan pada gejala pertama yang muncul jika anda merasa terjangkit Covid -19 dengan : minum air hangat, perbanyak minum.