Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pengguna Vape di Kalangan Remaja Meningkat, WHO Keluarkan Larangan

Juliana Belence • Sabtu, 16 Desember 2023 | 15:45 WIB

 

TIDAK: Ilustrasi gambar say no to smoke and vape. (ayosehat.kemkes.go.id)
TIDAK: Ilustrasi gambar say no to smoke and vape. (ayosehat.kemkes.go.id)

RADAR JOGJA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (14/12), mendesak dan melarang rokok elektrik atau vape beraroma beredar luas.

Pasalnya, penggunaan Vape dinilai berbahaya bagi kesehatan dan dapat mendorong kecanduan nikotin di kalangan non perokok terutama anak – anak dan remaja.

Melansir dari Jawapos dari Forbes News pada Jumat (15/12), WHO mengklaim kini lebih banyak anak dengan usia 13 hingga 15 tahun yang menggunakan vape dibandingkan orang dewasa di seluruh wilayah.

Hal tersebut terjadi akibat pemasaran produk vape yang agresif.

“Anak – anak pada usia dini dijebak untuk menggunakan rokok elektrik dan mungkin jadi kecanduan nikotin,” ujar Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO.

Ia mendesak negara – negara di dunia untuk menerapkan tindakan tegas. WHO menyerukan larangan semua bahan penyedap rasa dan aroma seperti mentol, dan penerapan langkah – langkah pengendalian tembakau pada vape.

Itu termasuk pajak yang tinggi dan larangan penggunaan di tempat umum.

Beberapa peneliti aktivis dan pemerintah melihat rokok elektrik atau vape sebagai alat utama dalam mengurangi kematian dan penyakit yang disebabkan oleh merokok.

Namun, badan PBB tersebut mengatakan langkah – langkah mendesak diperlukan untuk mengendalikannya.

Menurut WHO mengatakan vape menghasilkan zat yang beberapa diantaranya diketahui menyebabkan kanker dan menimbulkan peraturan nasional dan hanya memberikan imbauan.

Namun rekomendasinya sering kali diadopsi secara sukarela. WHO dan beberapa organisasi anti tembakau lainnya mendorong peraturan yang lebih ketat terhadap produk – produk nikotin baru dengan menargetkan alternatif – alternatif yang menjadi dasar strategi masa depan beberapa perusahaan rokok raksasa seperti Philip Morris Internasional dan British American Tobacco.

Perusahaan – perusahaan tembakau besar berharap dapat memperoleh sumber pendapatan baru dari alternatif rokok karena peraturan yang semakin ketat dan menurunnya tingkat merokok yang menekan bisnis mereka di beberapa pasar.

Editor : Bahana.
#WHO #vape #rokok elektrik