Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jangan Kebiasaan Tidur Dengan Kondisi Rambut Basah. Karena Dapat Memunculkan Masalah Kesehatan Pada Rambut

Meitika Candra Lantiva • Rabu, 6 Desember 2023 | 20:00 WIB
Ilustrasi rambut basah usai keramas. (Grid.id)
Ilustrasi rambut basah usai keramas. (Grid.id)



RADAR JOGJA – Melakukan keramas di pagi hari akan terhambat oleh keterbatasan waktu. Oleh karena itu, banyak yang melakukannya pada malam hari setelah pulang dari beraktivitas.


Setelah seharian beraktivitas di luar rumah, terkadang rambut terasa berminyak, lepek, bau, dan basah akibat keringat.


Apalagi untuk para perempuan berhijab, yang rambutnya hampir seharian tertutup oleh hijab sehingga rambut tidak mendapatkan kesegaran angin.


Hal itu bisa memberikan rasa tidak nyaman karena gatal yang dirasakan sehingga bisa menganggu waktu tidur.


Oleh karena itu, solusi yang tepat adalah dengan keramas. Setelah keramas, rambut akan kembali fresh dan tubuh menjadi lebih rileks.


Biasanya setelah keramas, terkadang muncul rasa ngantuk apalagi setelah seharian beraktivitas di luar rumah.


Akibat rasa ngantuk tersebut, keinginan untuk tidur lebih dominan dibandingkan keinginan untuk mengeringkan rambut.


Alhasil, harus tidur dengan kondisi rambut masih basah.

Padahal hal in tidak dianjurkan. Karena beresiko munculnya berbagai masalah kesehatan pada rambut, antara lain: 


Kerusakan Rambut


Saat tidur, rambut akan mengalami gesekan dengan alas tidur. Gesekan tersebut dapat membuat rambut rentan mengalami kerusakan.


Rambut dengan kondisi basah lebih rentang mengalami kerusakan karena saat rambut basah, rambut sedang dalam kondisi lemah.


Selain tidur dengan rambut basah, tidur dengan rambut diikat, dikepang, atau disanggul, juga tidak dianjurkan karena dapat membuat rambut rusak seperti mudah kusut, mudah patah, dan bisa menjadi terlihat kusam.


Bisa Memunculkan Jamur


Saat tidur dengan rambut basah, alas tidur juga akan ikut menjadi basah dan lembab yang bisa memunculkan jamur.


Jamur tersebut bisa saja merambat ke rambut dan mengakibatkan rambut juga ikut terkena infeksi jamur.

Seperti folikulitis malassezia yang bisa memicu pertumbuhan ketombe dan rasa gatal pada kulit kepala, dan tinea capitis yang bisa memicu ruam merah, gatal, hingga kebotakan pada rambut.


Sakit Kepala


Saat tidur dengan rambut basah, dan keesokan harinya merasa kepala sakit dan teras berat, itu adalah salah satu efek yang diberikan.


Itu dapat terjadi karena perbedaan suhu antara suhu kulit kepala dengan suhu tubuh. Suhu di kulit kepala yang dingin tidak dapat menyesuaikan dengan suhu tubuh yang hangat karena efek beraktivitas seharian.


Akan lebih parah, saat tidur dengan kondisi rambut basah yang masih terbungkus handuk. Kelembapan dalam kepala akan bertahan lebih lama dan bisa memengaruhi sirkulasi darah dikulit. Aliran darah yang meningkat bisa menimbulkan rasa sakit pada kepala.


Flu


Suhu di kulit kepala setelah keramas akan lebih dingin daripada suhu tubuh. Saat tidur dengan rambut basah yang bisa menyebabkan alas tidur juga bisa, memungkinkan hidung menghirup udara dingin dari alas tidur tersebut.


Suhu rendah dapat membuat pembuluh darah pada saluran pernapasan menyempit. Hal itu dilakukan untuk membuat tetap hangat.


Penyempitan tersebut bisa menghambat sel darah putih mencapai selaput lendir pada hidung. Akibatnya, sel darah putih akan kesulitan untuk melawan kuman penyebab flu.


Pencegahan


Untuk pencegahannya, tentunya hindari keramas pada malam hari saat mau tidur.

Akan tetapi, jika rasa tidak nyaman lebih mendominasi sehingga tetap melakukan keramas pada malam hari, mungkin bisa melakukan beberapa hal ini untuk mencegah kerusakan rambut dan menurunkan risiko kesehatan pada rambut.


Bisa menggunakan conditioner atau minyak kelapa pada batang rambut setelah keramas.

Ini dilakukan untuk mencegah kerusakan rambut dan dapat membuat rambut mejadi lebih lembut.


Jangan menyisir rambut saat masih basah.


Jika mengeringkan rambut dengan handuk, usahakan handuk tersebut berbahan microfiber.


Untuk mengurangi gesekan antara rambut dengan alas tidur, bisa menggunakan seprai dan alas tidur yang berbahan lembut seperti sutra.


Usahakan untuk mengeringkan rambut terlebih dahulu sebelum tidur. (Anistigfar/Radar Jogja)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#masalah kesehatan rambut #tidur dengan rambut yang masih basah #rambut #penyebab kerusakan rambut