Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waduh Kasus Mycoplasma Pneumoniae Sudah Masuk Indonesia, Kenali Apa itu Mycoplasma Pneumoniae

Reren Indranila • Rabu, 6 Desember 2023 | 18:08 WIB
Ilustrasi kesehatan. (Freepik)
Ilustrasi kesehatan. (Freepik)

RADAR JOGJA - Dinas Kesehatan Jakarta (Dinkes) Jakarta baru saja menerima laporan bahwa sudah ditemukannya kasus Mycoplasma pneumoniae pada anak-anak di Indonesia. Diagnosis ini dinyatakan berdasarkan hasil tes polymerase chain reaction (PCR).

Dilansir dari dnaberita.com (5/12/2023) Dinkes Jakarta masih belum memberi informasi terkait  total anak yang positif terinfeksi bakteri Mycoplasma pneumoniae tersebut. Namun pihak Dinkes Jakarta saat ini sedang melakukan perincian terhadap total jumlah dan lokasi penyebaran bakteri tersebut. Anak-anak yang diketahui terinfeksi bakteri tersebut, saat ini sudah dirawat di sejumlah rumah sakit.  

 Mycoplasma pneumoniae merupakan sebuah bakteri yang menyerang paru-paru, sehingga apabila terkena bakteri ini maka akan terjadi sebuah gangguan pernapasan terhadap pasien. Bakteri ini pertama kali ditemukan dan menyebar luas di China. Sebelum virus Covid-19 menyebar yaitu pada tahun 2019, mycoplasma merupakan penyakit pernapasan yang cukup umum.

Pada  Mei 2023 bakteri ini, mulai meningkat penyebarannya  dan salah satu kalangan yang rentan untuk diserang adalah anak-anak. Pada November 2023, WHO melaporkan bahwa kasus Mycoplasma pneumoniae sudah meningkat tajam di Tiongkok, dan mengimbau seluruh dunia untuk berhati-hati.

Dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr. dr. Erlina Burhan menjelaskan bahwa bakteri Mycoplasma pneumoniae merupakan bakteri yang sudah ada sejak sebelum Covid-19 muncul. Dia juga menjelaskan, bakteri ini ditularkan melalui sebuah cairan droplet yang ada di udara dan menimbulkan berbagai gejala khas yaitu batuk selama berminggu-minggu. (Dilansir dari dnaberita.com (5/12/2023).  Ia juga menambahkan bahwa meskipun terjadi penyebaran, namun bakteri ini dideteksi tidak mengakibatkan pandemi.

Selain batuk yang berkepanjangan, gejala lain  yang ditimbulkan dari penularan bakteri Mycoplasma pneumoniae ini seperti sakit tenggorokan, lemas, demam, nyeri kepala, dan ditemukan efusi pleura (penumpukan cairan di rongga pleura).

Sementara itu, pada  beberapa kasus yang ditemukan pada anak di China terdapat gejala lain yang muncul, seperti mata berair, hidung tersumbat, bersin-bersin, napas berbunyi, hingga bisa menyebabkan muntah dan diare.

Dengan begitu, masyarakat terutama orang tua diharap berhati-hati dan terus mewaspadai kemungkinan penularan infeksi bakteri ini terhadap anak-anak. Terlebih lagi, jika memiliki kekebalan tubuh yang sedang menurun akibat peralihan musim saat ini.

Masyarakat diimbau untuk kembali rajin memakai masker terutama saat berada di dalam keramaian dan tempat umum seperti sekolah, kantor, hingga ruangan tertutup namun dipenuhi banyak orang. (Annida Muthi’ah)

 

Editor : Reren Indranila
#bakteri #Mycoplasma Pneumoniae #sakit #virus