Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tidak Sembarangan !!! Begini Prosedur yang Harus Diperhatikan Jika Ingin Melakukan Foto Newborn pada Bayi !!

Meitika Candra Lantiva • Senin, 27 November 2023 | 21:18 WIB
Ilustrasi foto Newborn.  (POPMAMA.com)
Ilustrasi foto Newborn. (POPMAMA.com)


RADAR JOGJA – Beberapa waktu lalu, terjadi dugaan malpraktik dan kelalaian dalam pelayanan kelahiran di sebuah klinik di daerah Tasikmalaya, Jawa Barat.

Klinik tersebut bernama Klinik Alifa.


Kejadian ini dialami oleh wanita bernama Nisa Armila. Nisa tidak mendapat pelayanan yang baik dalam proses kelahirannya.


Proses kelahiran anak Nisa justru menjadi bahan praktik anak-anak yang sedang praktik di klinik tersebut.


Bayi Nisa yang hanya memiliki berat 1,7 kg tersebut juga menjadi bahan konten dengan melakukan sesi foto newborn tanpa persetujuan keluarga. Akibatnya, bayi Nisa harus merenggang nyawa di umurnya yang baru 2 hari.


Prosedur melakukan sesi foto newborn pada bayi yang baru lahir, tidak dapat dilakukan secara sembarangan.


Fotografer yang melakukannya juga harus memiliki keahlian khusus dan memahami batasan yang harus diterapkan.


Terdapat beberapa prosedur yang harus dilakukan oleh berbagai pihak mulai dari pihak fotografernya hingga pihak keluarga dalam melakukan sesi foto newborn.


Usia dan Berat Badan Bayi


Bayi yang akan menjalani sesi foto newborn, tidak bisa sembarangan.

Idealnya, bayi baru bisa melakukan foto newborn pada usia 5 hari hingga 2 minggu.


Untuk berat badannya juga harus memiliki berat badan yang normal, yaitu minimal 2,5 kg.


Bayi Dalam Kondisi Sehat


Bayi yang lahir premature tentu tidak bisa melakukan sesi foto newborn. Kalaupun bisa, harus menunggu hingga berat badan bayi mencapai 2,5 kg.


Bayi yang akan melakukan sesi foto newborn harus bayi yang lahir dari cara normal, tidak dalam pantauan dokter, dan tidak dalam keadaan sakit.


Keperluan Bayi Harus Aman


Selama sesi foto, berbagai keperluan bayi seperti ASI ataupun susu formula harus selalu tersedia.

Untuk berjaga-jaga apabila bayi rewel dan membutuhkan ASI ataupun susu formula untuk kembali membuatnya tenang.

 

Merasa Yakin Dari Kedua Pihak


Antara pihak keluarga dengan pihak fotografer harus selalu melakukan komunikasi. Keluarga harus merasa yakin dan pihak fotografer harus bisa meyakinkan keluarga bahwa sesi foto akan berjalan dengan aman.


Kesepakatan Kedua Pihak


Pihak keluarga dan pihak fotografer harus membuat kesepakatan terkait beberapa hal seperti, pose foto, kostum, dan lokasi pemotretan.


Semua harus disepakati oleh kedua pihak. Bahkan, jika bisa, kesepakatan perlu dilakukan sebelum bayi lahir.

Baca Juga: Perkuat Spiritual, Umat Buddha Minta Chattra Segera Dipasang di Candi Borobudur


Tidak Ada Batasan Durasi


Dalam sesi foto newborn, tidak ada batasan durasi selama pemotretan.

Namun, idelanya, setiap sesi foto dengan dua kostum akan menghabiskan durasi sekitar 1 jam. Itupun jika bayi tidak rewel.


Mengatur Tempat Pemotretan


Tempat pemotretan harus dalam kondisi suhu yang hangat agar membuat bayi merasa lebih nyaman.


Pose Pemotretan


Untuk melakukan pose pemotretan harus dilakukan dengan teknik yang tepat.

Keseimbangan dan kenyamanan menjadi faktor utama untuk melakukan pose pemotretan pada bayi newborn.


Mengatur Pencahayaan


Pencahayaan yang digunakan untuk sesi foto newborn menggunakan natural lighting.

Penting untuk melakukan sesi foto di ruangan yang terang karena sinar matahari dan dengan suhu yang ideal. (Anistigfar/Radar Jogja)

Baca Juga: Agresif di Bursa Transfer, Thomas Doll Waspadai Pemain Anyar Bhayangkara



Editor : Meitika Candra Lantiva
#newborn #prosedur sesi foto newborn #bayi #newborn photography