RADAR JOGJA - Hingga saat ini peristiwa bullying atau perundungan yang terjadi pada anak-anak masih sangatlah tinggi.
Mirisnya peristiwa bullying banyak terjadi di sekolah. Tempat yang dimana seharusnya merasa aman dan nyaman, menjadi salah satu tempat yang mengancam mereka.
Bentuk bullying tidak hanya dalam bentuk fisik saja, namun juga dalam bentuk verbal.
Anak-anak yang menjadi korban bullying atau perundungan cenderung diam dan tidak mau bercerita kepada siapapun.
Ia akan merasa ketakutan dan malu yang luar biasa. Berbagai kekhawatiran pun muncul apabila ia bercerita dengan orang tua ataupun guru.
Pada saat inilah, orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk mendampingi anak-anak yang menjadi korban bullying.
Berikut ini beberapa bisa dilakukan oleh orang tua untuk menghadapi anak-anaknya yang menjadi korban bullying;
- Puji anak saat ia bercerita bahwa dirinya terkena perundungan, beritahulah bahwa ia telah melakukan hal yang benar dengan memberitahu orang tua
- Ingatkan bahwa anak tidak sendirian, ia masih memiliki orang tua yang siap membantu
- Jangan mengintimidasi karena hal itu merupakan perilaku yang paling ditakuti oleh anak.
- Yakinkan bahwa orang tua akan membantunya untuk mencari tahu solusi apa yang harus dilakukan.
Jika proses tersebut sudah dilakukan, terdapat proses lainnya.
Jika ia sudah berani untuk bercerita maka langkah selanjutnya yaitu melakukan refleksi bersama anak sebagai solusi dari permasalahan tersebut. Hal yang bisa dilakukan seperti;
- Minta anak anda untuk membela diri atau berkata tidak saat dirundung
- Ajarkan anak untuk tidak melakukan bully atau membalas ketika di bully, tetapi harus tetap berusaha menghindar.
- Memahami bahwa setia setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan
- Fokus pada hal positif yang ada di dalam diri.
- Mintalah anak untuk mengobrol dan berdiskusi dengan orang dewasa seperti kakak, orang tua, kakak, atau guru yang bisa membantu. (Annida Muthi’ah)
Sumber : HalloSehat.com
Editor : Bahana.