Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, tahap awal vaksin hepatitis B menyasar 400 tenaga medis. Pemberian vaksin hepatitis B ke nakes merupakan program dari pemerintah pusat.
"Untuk antisipasi karena tenaga kesehatan merupakan kelompok rentan berpotensi tertular, karena sering bersinggungan dengan pasien penderita," kata Dewi Irawaty Rabu (8/11).
Dia menjelaskan, saat ini pemberian vaksin tidak menyasar masyarakat umum. Sebab, penularan hepatitis B tidak seperti korona sehingga vaksin hanya diberikan ke kelompok rentan. Terlebih pemberian vaksinasi hepatitis B di masyarakat juga bukan hal baru, bahkan wajib bagi bayi dan balita.
“Tenaga kesehatan memang rentan tertular karena berinteraksi langsung dengan pasien," jelasnya.
Menurutnya, ada potensi tenaga medis tertusuk jarum usai digunakan ke pasien hepatitis. Sehingga perlu mendapatkan prioritas dalam vaksinasi. Dengan demikian upaya pencegahan penyebaran penyakit hepatitis B dapat dicegah.
“Tahap awal di RSUD Wonosari, dengan menyediakan sebanyak 400 dosis," ucapnya.
Kedepan, seluruh tenaga medis juga divaksin. Namun waktu pelaksanaan tidak mematok target waktu. Terpenting vaksinasi hepatitis B dapat terlaksana dengan baik.
Sementara itu, Direkrut RSUD Wonosari Heru Sulistyowati mendukung penuh vaksinasi hepatitis B bagi tenaga medis. Meski pelaksanaan vaksinasi mendadak, namun dapat berjalan dengan lancar.
"Di RSUD ada sekitar 320 tenaga kesehatan yang berhak mendapatkan vaksinasi hepatitis B," kata Heru Sulistyowati.
Diakui, pada tahap pertama tidak semua tenaga kesehatan mendapat vaksinasi. Prioritasnya adalah tenaga kesehatan yang bersinggungan langsung dengan pasien terkena penyakit hepatitis B.
"Sebelum menjalani vaksin tenaga medis diskrining terlebih dahulu. Layak divaksin atau tidak," ujarnya. (gun)