RADAR JOGJA - Mungkin sebagian dari kalian masih awam dengan buah Buni. Buah ini bergerombol. Sekilas mirip anggur.
Warnanya juga sama dengan anggur. Mulai dari merah muda, merah oranye, merah marun hingga unggu gelap.
Dulu, buah Buni banyak ditemukan, tersebar di seluruh pulau di Indonesia. Namun, perlahan keberadaannya semakin langka.
Di wilayah bagian timur Indonesia, buah Buni masih banyak dikonsumsi dan ditanam.
Namun penyebutan buah Buni di sejumlah wilayah berbeda. Di tanah Pasundan atau Sunda misalnya, kerap disebut buah Huni. Bagi masyarakat Jawa sebagian juga menyebutnya Wuni.
Beda lagi dengan penyebutan oleh warga Kota Makassar. Buah Buni disebut Bune. Ada pula yang menyebut Whooonee, Bunne dan lainnya.
Buah Buni memiliki nama latin Antidesma bimius L. Terdapat kurang lebih 150 spesies yang bisa ditemukan di sejumlah negara, seperti di Asia, Australia, Kepulauan Pasifik dan Afrika.
Buni memiliki kulit buah yang lunak dan tipis seperti anggur, buah terung, tomat, kakao dan lainya. Sehingga saat dimakan beserta kulinya tidak akan jauh berbeda rasanya.
Bentuk buah Buni jika matang akan memiliki warna ungu tua dan rasanya manis.
Namun jika masih mentah atau warna masih kemerahan, maka rasanya asam.
Ukuran Buni, kecil atau mini. Meski mini, namun ternyata punya segudang khasiat. Sebab, buah ini kaya senyawa yang baik untuk kesehatan tubuh manusia.
Kandungan senyawa dalam buah Buni yaitu, senyawa fenolik terutama antosianin. Selain itu juga ada flavonoid dan kapasitas antioksidan yang tinggi.
Kandungan flavonoid seperti katekin, prosianidin B1, prosianidin B2, Epicatechin, rutin, myricetin, resveratrol, quercetin, naringenin, dan kaempferol.
Secara umum asam fenolik utama yang terkandung dalam buah Buni seperti asam galat, asam ferulic, asam caffeic dan asam ellagic.
Pohon Buni memiliki diameter 15-30meter dan untuk saat ini menemukan buah Buni di Indonesia bisa dikatakan minim. Buahnya kecil-kecil cabai rawit.
air es
Dari kandungan tersebut, buah Buni sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia. Antara lain:
- Sebagai antioksidan
- Anti-inflamasi
- Aktivitas anti-apoptosis
- Anti-karsinogenik
- Peningkatan regulasi kadar gula darah dan melawan hiperkolesterolemia
- Penurunan risiko penyakit kardiovaskular, mengurangi risiko diabetes tipe-2,
- Mencegah kolesterol LDL oksidasi, penyakit jantung coroner, dan perbaikan penyakit Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD), seperti stres oksidatif, dislipidemia, steatosis hati dan peradangan karena sifat antioksidannya.
Selain kandungan di atas, ternyata buah Buni juga kaya serat tinggi yang penting untuk pencernaan dan pembuangan limbah secara efektif.
Cara mengkonsumsi buah Buni, bisa langsung dimakan seteah dicuci bersih. Dan dimakan tanpa bijinya.
Untuk Buni muda tetap dapat dikonsumsi. Karena bisa digunakan untuk rujak.
Atau diawetkan untuk membuat manisan, olahan sirup, bahkan bisa diekstrak menjadi jamu herbal.
Nah dari semua kandungan yang dimiliki buah Buni, adakah yang sudah mencobanya? (Putri Hanna)
Baca Juga: Selai Kulit Semangka Buatan Mahasiswa UNY Bermanfaat Bagi Kesehatan Jantung
Editor : Meitika Candra Lantiva