RADAR JOGJA - Buah jambu air, memiliki aneka jenis dan rasa. Umumnya berasa asam dan manis.
Jambu air bisa dinikmati begitu saja. Tapi buah yang kaya dengan kandungan air ini kerap dijadikan pelengkap hidangan rujak.
Jambu air merupakan tanaman asli Indonesia yang mudah ditemukan di seluruh pelosok. Tanaman ini tergolong mudah untuk ditanam dan dibudidayakan.
Pertumbuhan dari pohon Jambu Air bisa mencapai 3-10 meter dan memiliki diameter 30-50 cm,
dengan kulit pohon berwarna coklat bersisik.
Ketika dibelah, umumnya memiliki satu sampai dua biji di dalamnya. Namun ada pula jenis tertentu yang tak memiliki biji.
Bila masak, daging buah berwarna putih. Namun kulitnya, ada beragam warna. Ada yang putih pucat ketika masak, ada yang warna merah cerah, merah marun hingga hijau.
Jambu air memiliki nama latin yang sangat beragam. Namun lebih terkenal dengan sebutan Syzygium aqueum.
Sebutan lain jambu air di setiap daerah di Indonesia juga beragam. Seperti, Jambi Pira, Jambi Raya di Aceh. Lalu Njamu Er di Bali, Jambu Erang di Batak dan lainnya.
Dibalik itu, jambu air punya khasiat sebagai obat tradisional lho.
Menururt berbagai penelitian, Jambu air mengandung vitamin C, protein, karboidrat, kalsium, fosfor dan senyawa volatil. Lalu ada juga heksenal, limonena dan metibutanol.
Serta mengandung konsentrasi fenol yang tinggi dengan nilai asam galat sekitar 344,25 miligram per 100 gram.
Serta memiliki khasiat untuk detoknasi tubuh, kontrol diabetes, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah kanker, mengurangi demam dan lain sebagainya.
Sedangkan pada daun jambu air mempunyai khasiat sebagai astrigent yang baik untuk kulit manusia. Sebagai pengencang kulit, mengecilkan pori-pori dan pembuat lapisan pelindung pada kulit.
Biji jambu air pun tak kalah berkhasiat. Memiliki zat yang bagus untuk kulit, meningkatkan daya tahan tubuh, dan bagian kulit kayu pohon jambu bisa digunakan dalam pembuatan bedak. (Putri Hanna)
Editor : Meitika Candra Lantiva