RADAR JOGJA – Dalam kehidupan pastinya ada pengalaman hidup buruk kita yang membutuhkan waktu lama untuk penyembuhan.
Namun, kadang kita akan berpikir bahwa kita sudah baik – baik, tetapi trauma masih dapat bertahan dengan cara yang tidak bisa ketahui.
Trauma meninggalkan luka dalam betuk psikologis yang dipicu dalam situasi tertentu.
Pemicu trauma adalah hal yang mengingatkan tentang kejadian masa lalu yang memunculkan reaksi emosional yang kuat dan merasa trauma itu aktif kembali.
Tanpa disadari ada beberapa hal yang dapat membuat trauma aktif:
- Pikiran yang Mengganggu
Biasanya orang yang trauma memiliki pikiran yang sangat mengganggu. Pikiran ini yang mengarahkan untuk dikaitkan dengan trauma yang sedang kita lupakan.
Pikiran yang seperti ini bisa membuat kita menjadi tidak nyaman. Secara tidak, kejadian itu akan diputar di pikiran, seperti kaset terus – menerus.
- Mimpi Buruk
Mimpi buruk yang dialami timbul dari pikiran kita yang mencoba memeritahu bahwa kita masih terluka akibat trauma masa lalu dan sampai kita memproses sepenuhnya.
Mimpi ini bisa terjadi kembali ketika pikiran bawah sadar mengambil alih.
- Ledakan Emosi
Perasaan takut, cemas, dan marah yang kuat adalah reaksi yang sangat umum terhadap trauma. Perasaan ini bisa berlebihan sehingga mengakibatkan ledakan emosi, yaitu menjadi marah dan membentak orang bahkan untuk hal yang paling kecil sekalipun.
- Kewaspadaan Berlebihan
Adanya luka trauma ini membuat kita merasa sulit untuk rileks, menjadi lebih waspada terhadap lingkungan sekitar kita, dan menghindari apapun yang membuat kita merasa sedikit terancam atau tidak nyaman.
Kadang dapat memunculkan gejala fisik, seperti telapak tangan berkeringat, jantung berdebar kencang, rahang terkatup, dan ketegangan otot.
- Rasa Bersalah dan Membenci Diri Sendiri
Perasaan bersalah ini sangat umum setelah kita mengalami pengalaman traumatis dan terus bertanya apakah masih ada yang bisa dilakukan untuk menghindarinya.
Pikiran – pikiran ini terlalu banyak merenungkan perasaan negatif yang melihat diri kita lemah dan menyalahkan diri sendiri atas apa yang kita alami.
Kadang dapat mengalami depresi, karena beban emosional trauma dapat merusak harga diri.
Tanda – tanda itu menjadi tanda bahwa trauma kita masih ada.
Kita bisa melakukan pemulihan dan membutuhkan waktu yang lama. Kita harus bisa belajar untuk mengatasinya dengan menghindari atau berpura – pura tidak pernah terjadi. (Juliana Belence)
Editor : Bahana.