RADAR JOGJA - Musim kemarau belakangan ini menjadikan kasus gangguan pernapasan meningkat. Salah satunya terjadi di wilayah Kelurahan Rejowinangun, Kotagede, Kota Jogja.
Kepala Puskesmas Kotagede II Yusnita Susila Astuti menyebut, sepanjang Agustus hingga September terjadi peningkatan angka diagnosis flu. Dari 13.011 warga Rejowinangun, 240 orang di antaranya datang ke Puskesmas Kotagede II dengan diagnosa flu selama Agustus.
"Sepanjang September ini telah ada 176 kunjungan diagnosis flu. Termasuk semua kelompok umur," jelas Yusnita saat ditemui di Puskesmas Kotagede II, Kamis (21/9).
Ia menyebut meningkatnya angka diagnosa flu ini tak lepas dari kemarau panjang yang saat ini masih terjadi. Terlebih usai pandemi mereda, masyarakat cenderung abai pada penggunaan masker.
"Saluran napas menjadi perhatian, untuk yang sakit dianjurkan pakai masker. Saluran napas ini kan melalui droplet, sehingga harus dijaga," katanya.
Tak hanya di Kelurahan Rejowinangun, peningkatan kasus flu dan ISPA (infeksi saluran pernapasan atas) juga terjadi secara keseluruhan di Kota Jogja. Meski tak menyebut angka pasti, Kasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, kenaikan kasus bahkan hingga mencapai 30-40 persen. "Karena sekarang ada faktor udara dingin dan debu, batuk pilek meningkat karena ada faktor cuaca," ujar Endang.
Selain faktor cuaca, meningkatnya ISPA juga disebabkan oleh tingginya tingkat polusi udara yang bersumber dari kendaraan. Di dalamnya terkandung zat CO dan CO2. Jika terhirup berlebihan, zat tersebut akan secara langsung mengganggu fungsi organ pernapasan.
"Apalagi kita tahu Kota Jogja ini padat sekali lalu lintasnya. Untuk itu pengendara motor sebaiknya menggunakan masker meski sudah tidak pandemi. Masker tidak hanya melindungi dari Covid-19, tapi juga asap kendaraan," ujarnya.
Dia menambahkan, sejatinya penyakit batuk, pilek, dan flu merupakan penyakit musiman. Bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Hanya saja, penderita harus memperhatikan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). "Selain itu meningkatkan daya tahan tubuh dengan gizi seimbang, banyak minum air putih, dan mengonsumsi sayur dan buah," imbaunya. (isa/laz)