Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jerawat Sering Muncul di Dagu, Perhatikan Faktor Penyebabnya

Bahana. • Jumat, 25 Agustus 2023 | 21:00 WIB

Photo
Photo

RADAR JOGJA - Jerawat pada dagu merupakan suatu hal yang yang sudah umum terjadi. Namun, jika jerawat sering muncul di dagu, tentu hal ini bisa menggunggu penampilan.

Jerawat yang seringkali muncul pada area dagu biasanya dipicu oleh berbagai hal, mulai dari flukturasi hormon, mengalami stres berlebihan hingga rosacea.

Jerawat ini muncul dikarenakan pori-pori yang tersumbat yang dikarenakan minyak dan sel-sel kulit mati. Sel-sel dari kulit mati seharusnya naik kepermukaan pori-pori dan mengelupas.

Ketika kulit memproduksi terlalu banyak minyak, sel-sel kulit mati dapat menyumbat dan menghalangi pori-pori. Bakteri yang hidup secara alami di kulit juga terjebak sehingga menyebabkan kemerahan dan peradangan yang khas pada jerawat. 

Ada juga penyebab lainnya yang dapat memicu timbulnya jerawat, untuk itu ketahuilah penyebab munculnya jerawat pada dagu.

1. Stres

Ketegangan mental tidak hanya membuat orang merasa cemas dan kewalahan, namun juga dapat merusak kesehatan kulit. Hal ini di karena tubuh merespons stres dengan melepaskan hormon yang disebut kortisol.

Menurut seorang dokter kulit di University of Rochester Medical Center, kepada Self, menyatakan terlalu banyak kortisol dapat meningkatkan peradangan, respons sistem kekebalan terhadap ancaman yang dirasakan, dan membuat kulit lebih sensitif.

Hal itu juga dapat memicu munculnya jerawat pada muka termasuk dagu. Ketika sedang stres, kelenjar sebaceous Anda juga menghasilkan lebih banyak minyak, yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan komedo putih, komedo, atau tanda-tanda penyumbatan lainnya.

2. Fluktuasi Hormon

Jerawat hormonal tidak hanya dialami remaja di masa pubertas. Namun orang dewasa juga menghadapi jerawat. Beberapa orang bahkan mungkin mengalami jerawat di usia 20-an untuk pertama kalinya.

Kadar hormon dapat berfluktuasi pada usia berapa pun karena berbagai alasan, baik pubertas, siklus menstruasi, atau menopause. Pubahan estrogen, androgen, progesteron, atau insulin biasanya bertanggung jawab atas jerawat di dagu karena itu semua memicu peningkatan produksi sebum.

Melalui kelenjar sebaceous, yang ada di seluruh wajah, menjadi hal penting untuk melembapkan dan melindungi kulit. Tetapi ketika tubuhakan memproduksi terlalu banyak, pori-pori juga bisa menyumbatkan dan mengakibatkan munculnya jerawat.

3. Mengunakan Masker Mulut

OoBeberapa orang saat ini masih menggunakan masker saat sedang keluar rumah, terutama mereka yang sedang mengalami imun yang rendah. Sayangnya, pelindung kesehatan ini juga dapat memicu jerawat yang disebut maskne (mask acne). 

Pemakaian masker juga dapat menyebabkan acne mechanica, jenis jerawat tertentu di mana gesekan berulang dan penyumbatan fisik pada folikel rambut menyebabkan pori-pori tersumbat.

Dengan kata lain, iritasi dari kain yang bergesekan dengan dagu selama berjam-jam pada suatu waktu dapat mengganggu kulit. Selain itu, jangan lupakan kondisi panas dan berkeringat yang muncul di balik masker, menjadikan lingkungan yang lembap dan sempurna bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang. (M2)

 

Editor : Bahana.
#radar jogja #Kesehatan #jerawat