Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenali Penyakit Autoimun Banyak Serang Perempuan

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 15 Agustus 2023 | 01:10 WIB
 
Foto Ilustrasi konsultasi dokter. (Pinterest)
Foto Ilustrasi konsultasi dokter. (Pinterest)
 
 
RADAR JOGJA - Penyakit autoimun menjadi fenomena yang semakin banyak ditemukan. Naturophaty dr R Cahyono menyebutkan, hampir 70 persen penyakit autoimun menyerang wanita berusia antara 25-40 tahun. 
 
Normalnya, sistem kekebalan tubuh berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan organisme yang masuk ke dalam tubuh, seperti virus, bakteri, jamur atau bahkan radikal bebas. Nah, autoimun ini justru menyerang sistem kekebalan tubuh pada tubuh seseorang itu sendiri. 
 
Disebutkan, umumnya kondisi ini menyerang perempuan. Mengapa? Sebab perempuan rentan berpotensi terkena kelainan hormon dan kerusakan gen. 
 
Baca Juga: Jangan Buru-buru Mencabut Gigi Geraham Bungsu, Sebaiknya Ini
 
Autoimun menyebabkan daya tahan tubuh keluar berlebihan. Maksudnya, jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh tidak sesuai dengan antibodi yang dikeluarkan. 
 
"Pada kasus autoimun, antibodinya lebai," katanya dikutip dari video yang diunggah kanal YouTube An Nabawi TV. 
 
Dia pun mencontohkan, ibarat perang, pada kasus autoimun, 10 prajurit masuk ke dalam kerajaan kemudian diserang balik oleh 1.000 prajurit dari dalam kerajaan. "Analoginya seperti itu membunuh kuman, yang akhirnya justru kelebihan imunitas ini akan meeusak sel-sel dimana antibodi keluar, misalnya melalui kulit, tulang, otot dan lainnya, yang kekuatannya hampir mirip kanker," terang Dokter Cahyono. 
 
Lebih lanjut dijelaskan, ketika autoimun keluar lewat kulit, maka dapat beresiko penyakit psoriasis. Kalau penyakitnya di tulang, menjadi rheumatoid arthritis. Kalau menyerang sel otot menjadi gullen bear syndrom (GBS). Ada lagi penyakit setara dengan kanker.  Yaitu, lupus. 
 
Baca Juga: Segudang Khasiat Bunga Wijayakusuma 'Si Ratu Malam' Bagi Kesehatan
 
Bagaimana mengobatinya?
Dokter Cahyono membagikan tips yang secara teori mendekati penyakit autoimun. Yakni dengan melakukan detoks menyeimbangkan imun dan memperbaiki hormon. 
 
"Ini sudah pernah saya coba pada pasien saya, alhamdulillah bisa sembuh," bebernya. 
 
Dihimpun dari berbagai sumber, ada lebih dari 80 penyakit yang digolongkan penyakit autoimun. Beberapa penyakit di antaranya memiliki gejala serupa seperti nyeri otot, lemah dan demam. 
 
 
Penyebab Penyakit Autoimun
 
Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti. Namun beberapa faktor diduga dapat meningkatkan resiko seseorang terserang autoimun. Antara lain: memiliki penyakit riwayat (autoimun) atau bawaan dari keluarga. Terkena paparan bahan kimia seperti merkuri, dioksin, pestisida maupun asbes.
 
Kemudian merokok,memiliki berat badan berlebih atau obesitas. Serta menderita infeksi virus atau bakteri, seperti infeksi virus Epstein Barr (EBV). Virus yang menular melalui kontak langsung dengan air liur, dahak, sperma maupun cairan vagina.
 
 
Gejala Awal
 
Beberapa jenis penyakit autoimun memiliki gejala awal yang sama. Antara lain, demam yang hilang timbul, sering merasa lemas, otot pegal atau nyeri sendi, bengkak di sendi atau wajah, ruam kulit, rambut rontok, kesemutan pada tangan dan kaki dan sulit berkonsentrasi. 
 
 
Gejala Spesifik
 
Namun perlu diketahui, gejala awal ini masih diperlukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut. Sebab beberapa masih ada gejala spesifiknya. Misalnya, diabetes ditandai dengan gejala spesifik berupa dehidrasi (sering merasa haus), badan lemas dan berat badan meburun drastis. Juga ditandai kadar gula tinggi.
 
Baca Juga: Benalu, Si Hama Perusak Untuk Obat
 
Contoh lainnya penyakit lupus yang dapat mempengaruhi semua organ tubuh. Ditandai dengan demam, sarawan, bengkak d tungkai, pusing, kejang, ruam kulit,sesak nafas, nyeri dada, kulit menjadi sensitif, nyeri sendi dan otot, terdapat pendarahan dan tubuh tampak pucat. 
 
Penyakit Psoriasis ditandai dengan munculnya bercak merah yang tebal dan bersisik. Rheumatoid arthritis ditandai dengan gejala nyeri, kemerahan dan bengkak pada sendi. Terutama sendi pada jari-jari tangan.  Dan lain sebagainya. (mel)
 
Baca Juga: Awas, Kelebihan Gula Memperburuk Kesehatan Simak Takarannya
Editor : Meitika Candra Lantiva
#perempuan #autoimun #penyakit autoimun #gejala