RADAR JOGJA - Musyawarah Nasional (Munas) Gabungan Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium Indonesia (Gakeslab) ke-8 resmi dibuka di Jogja, Rabu (9/8/2023). Sekretaris Jenderal Gakeslab Indonesia, Randy H. Teguh mengatakan munas kali ini sekaligus menepis anggapan bahwa pengusaha alkeslab menjadi kaya raya saat pandemi Covid-19.
“Framing yang menyatakan bahwa pengusaha alkeslab menjadi kaya-raya semasa Pandemi Covid-19 tidak mencerminkan fakta yang terjadi di lapangan sebenarnya," tegasnya.
Randy menegaskan, meski ada anggota yang menerima keuntungan dari pandemi, namun lebih banyak yang tidak mendapatkan hal itu. Dia menilai, justru banyak anggota yang mengalami kerugian.
"Kenyataannya lebih banyak anggota kami yang mengalami kerugian karena terbatasnya layanan kesehatan dan tindakan medis, masuknya mafia alkes dari kalangan bukan pengusaha alkes yang mengganggu dan merusak usaha anggota serta mengancam keselamatan masyarakat," paparnya.
Masalah diperkeruh dengan adanya anggapan bahwa anggota Gakeslab Indonesia sebagai mafia impor. Padahal menurutnya, pada masa Pandemi Covid-19, para importer anggota justru menjadi penyelamat. Yakni, dengan mendatangkan barang-barang yang dibutuhkan sambil tetap memastikan jaminan keamanan, kualitas, dan kinerja.
Randy menyebut, Gakeslab Indonesia merupakan organisasi yang mengadopsi konsep PROFIT (Profesional Berintegritas) dari KPK. Hal ini dibuktikan dengan selalu menjaga komitmen dan integritas.
"Kami berkali-kali mengeluarkan surat edaran untuk mengingatkan anggota agar tetap berintegritas, antara lain dengan tidak menaikkan harga di atas kewajaran atau mengorbankan keselamatan dan kesehatan masyarakat," jelasnya.
Di sisi lain, Pandemi Covid-19 menjadikan Gakeslab Indonesia bertransformasi menjadi salah satu pemain utama dalam kemandirian alkeslab. Meski begitu, pekerjaan rumah masih banyak. Diantaranya ialah menuju kemandirian dan menguatkan jalur rantai pasok alkeslab.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, produksi alat kesehatan laboratorium (alkeslab) dalam negeri diharapkan dapat mendukung transformasi kesehatan di Indonesia.
"Saya berharap perusahaan-perusahaan alkes dapat naik peringkat, dari distributor menjadi produsen. Dan senantiasa memenuhi standar keamanan, mutu dan kemanfaatan," ujarnya saat pembukaan.
Gakeslab Indonesia digagas pada 6 Mei 1977 sebagai wadah pengembangan usaha alkes di Indonesia. Tujuannya meningkatkan kompetensi dan kualitas profesional bidang alkes. Setidaknya tercatat 1.587 perusahaan bergabung dalam organisasi ini. (lan)
Editor : Amin Surachmad