RADAR JOGJA - Di era digital seperti saat ini, perkembangan teknologi terus mengalami kemajuan yang pesat. Salah satu bidang yang turut merasakan manfaat dari kemajuan teknologi tersebut adalah industri medis. Berbagai inovasi pun terus bermunculan untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan kualitas pelayanan di bidang kesehatan ini. Besarnya manfaat tersebut mendorong fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia seperti rumah sakit, klinik, hingga apotek mulai menerapkan teknologi dalam memberikan pelayanan kepada pasien.
Kios Sehat, satu dari sekian banyak inovasi di bidang kesehatan yang telah mengadopsi teknologi Internet of Things (IoT). Dikembangkan oleh perusahaan teknologi berbasis IoT asal Jogjakarta, PT Widya Imersif Teknologi, perangkat kesehatan canggih ini mampu memberikan kemudahan bagi tenaga medis dalam melakukan pemeriksaan vital sign yang menjadi pemeriksaan awal bagi pasien.
Business Development PT Widya Imersif Teknologi Raka Adhitama mengatakan, dikembangkannya Kios Sehat tersebut menjadi terobosan baru bagi dunia medis. Sebab, memungkinkan pemeriksaan vital sign dapat dilakukan dengan lebih efisien dan akurat. Kios sehat sendiri dirancang untuk menjadi alat yang mudah digunakan dan dapat diakses oleh pasien secara mandiri.
“Salah satu fitur utama dari alat kesehatan berbasis IoT ini yaitu kemampuannya untuk mengukur beberapa parameter vital sign secara realtime dalam satu alat saja. Ada 8 parameter vital sign yang dapat diukur melalui alat ini yang meliputi pengecekan suhu tubuh, berat badan, saturasi oksigen, tekanan darah, hemoglobin, gula darah, asam urat, hingga kolesterol,” imbuh Raka saat ditemui pada Kamis (27/7) di Sleman.
Dalam proses pengecekan kesehatan, alat kesehatan canggih ini secara otomatis akan mengintegrasikan dan menyimpan data hasil pemeriksaan ke dalam dashboard monitoring yang hanya bisa diakses oleh tenaga kesehatan. Pada kesempatan tersebut Raka juga menekankan bahwa perangkat Kios Sehat telah dilengkapi dengan teknologi keamanan yang mumpuni sehingga data pribadi pasien tetap terjaga serta tidak akan disalahgunakan.
“Kami telah menerapkan sistem keamanan yang baik. Data pasien pun hanya dapat diakses oleh tenaga medis yang telah diberikan kewenangan saja,” kata Raka.
Selain memberikan kemudahan bagi tenaga medis, Kios Sehat yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan asal yogyakarta ini juga memberikan manfaat bagi pasien. Dengan adanya Kios Sehat ini, pasien ke depan dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri di beberapa apotek atau klinik tanpa perlu menunggu antrian yang panjang.
“Saat ini kami telah menjalin kerja sama dengan beberapa apotek dan klinik pratama yang ada di Bantul. Kedepannya, kami akan terus menjalin kemitraan dengan lebih banyak apotek maupun klinik yang ada di seluruh DIY agar semakin mempermudah masyarakat yang ingin memonitoring kesehatan. Di samping itu dengan adanya Kios Sehat juga akan turut mendorong pelayanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama,” ungkap Raka.
Penerapan teknologi IoT pada Kios Sehat diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong transformasi digital di dunia kesehatan Indonesia. Selain itu transformasi digital dibidang kesehatan mampu mendorong pelayanan kesehatan yang lebih baik serta terjangkau bagi masyarakat. (ila)
Editor : Reren Indranila