Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Style Gaun Kucing Banyak Diminati

Editor Content • Sabtu, 5 Maret 2022 | 14:30 WIB
BACA PELUANG: Shela, Fitriadi dan kucingnya berswa foto dengan latar belakang baju-baju kucing produksi sendiri. Lokasi di Morty Pet Shop, (4/3).(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
BACA PELUANG: Shela, Fitriadi dan kucingnya berswa foto dengan latar belakang baju-baju kucing produksi sendiri. Lokasi di Morty Pet Shop, (4/3).(MEITIKA CANDRA LANTIVA/RADAR JOGJA)
RADAR JOGJA - Kucing dan anjing merupakan hewan peliharaan yang digandrungi banyak orang. Binatang ini kerap menarik perhatian, lantaran kesetiaaan terhadap tuannya dan tingkah lakunya yang menggemaskan. Tak jarang, binatang ini kerap dipelakukan selayaknya manusia. Mereka diberi pakaian dan perlengkapan aksesoris. Sehingga berbagai style baju kucing bermunculan. Sudah menjadi tren bagi kalangan pecinta kucing.

Radar Jogja menyambangi Morty Pet Shop di Jalan Kaliurang, Manggung, Caturtunggal Depok. Menurut pemilik toko, Shela Oktaviani, 23, dan Fitriadi Muhsin, 24, fashion kucing yang digandrungi cenderung dress atau gaun, dikenakan pada kucing betina. Lalu baju korea, lengan pendek dan kaos biasa. “Kaos biasa dipakaikan pada kucing jantan,” kata Shela, mahasiswa asal Lampung itu.

Shela mengatakan, baju-baju ini dia desain dan dibuat sendiri. Untuk jenis kaos lengan pendek dibanderol Rp 15 ribu, gaun Rp 20 ribu dan untuk jenis kostum karakter seperti polisi, santri, dan baju superhero dibanderol hingga Rp 95 ribu.
“Untuk costom biasanya ada tangannya, ini saya kerjakan sendiri. Buatnya lama,” kata mahasiswa S2 Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jogja ini.

Tren baju kucing saat ini ramai di pasaran. Peminat utamanya, para pecinta kucing. Maraknya kontes kucing memicu tren baju kucing baru bermunculan. Bahkan lengkap dengan aksesorisnya. Ada kalung, topi, mainan, kacamata dan lainnya. Ada beragam style kucing mulai dari feminim, tomboy, hingga layaknya detektif.

Shela menceritakan, sudah sejak 2020 membuka usaha jualan baju kucing. Berawal dari kegemaraan terhadap kucing. Saat itu dia mencoba menjahit sendiri baju kucing. Dan iseng dia tawarkan ke Facebook. Karena banyak yang tertarik, dia bertekad membeli mesin jahit Rp 300 ribu. Dengan modal itulah dia mampu membuka pet shop saat ini. Usahanya semakin ramai ketika dia tawarkan ke online shop lainnya. Bahkan, sampai ribuan pesanan, tiap hari dia terima.

“Kadang kala waktu ramai bisa sampai Rp 35 juta omzet kotor per bulan,” tuturnya. Karena banjir pesanan, untuk baju desain simpel dia serahkan ke konveksi.

Pesanan banjir dari berbagai kota. Bahkan di sebuah online shop, pesanan juga datang dari luar negeri. “Kami ekspor ke Thailand dan Singapura,” kata Fitriadi menambahkan.

Tak hanya baju, aksesoris lainnya seperti topi, mainan kucing juga laris di pasaran. “Selain baju kami juga produksi tas gendongannya, condo untuk garuk-garuk kucing dan collar leher,” tambah Sheli. (mel/laz) Editor : Editor Content
#Style Gaun Kucing