IKAPI DIY Dorong Yogyakarta Dapat Predikat Kota Buku Dunia UNESCO 2028

Syofiyanti Ningsi Dg Parany • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:32 WIB
Yogyakarta berupaya memperkuat posisinya sebagai pusat literasi dengan menargetkan predikat World Book Capital atau Kota Buku Dunia UNESCO 2028. (Pinterest)
Yogyakarta berupaya memperkuat posisinya sebagai pusat literasi dengan menargetkan predikat World Book Capital atau Kota Buku Dunia UNESCO 2028. (Pinterest)

 

RADAR JOGJA - Yogyakarta menargetkan predikat World Book Capital atau Kota Buku Dunia UNESCO 2028.

Persiapan mulai dilakukan melalui pemetaan potensi dan penguatan ekosistem perbukuan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
 
Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DIY menjadi salah satu pihak yang mendorong pencalonan Yogyakarta sebagai Kota Buku Dunia.

Gagasan tersebut dibahas dalam seminar literasi di Pesta Buku Jogja untuk mengidentifikasi potensi, tantangan, serta langkah strategis menuju pengajuan resmi kepada UNESCO.

Baca Juga: Gercep Pulihkan Malioboro Pascakericuhan Demo Sumpah Pemuda, Ratusan ASN dan PPPK Kerja Bakti

Melalui kegiatan itu, IKAPI DIY berharap dapat memperluas dukungan publik, membangun kolaborasi lintas sektor, dan merumuskan rekomendasi untuk memperkuat budaya membaca.

Keberadaan ratusan penerbit menjadi salah satu modal Yogyakarta dalam mengembangkan ekosistem perbukuan.

Selain penerbit, kota ini memiliki penulis, toko buku, perpustakaan, komunitas literasi, dan perguruan tinggi yang turut mendukung produksi serta penyebaran pengetahuan.

Perwakilan IKAPI DIY, Wawan, mengaitkan gagasan tersebut dengan status Yogyakarta yang memiliki warisan dunia UNESCO.

Sumbu Filosofis Yogyakarta resmi masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 18 September 2023, dalam sidang Komite Warisan Dunia ke-45 di Riyadh, Arab Saudi.

Baca Juga: Persib Masih Sempurna di ACL Two, Igor Tolic: Semua Pujian untuk Pemain

Menurut Wawan, pelestarian warisan dunia tidak cukup dilakukan dengan menjaga bangunan atau penanda fisik.

Nilai-nilai budaya juga perlu diwariskan melalui produksi pengetahuan, salah satunya lewat buku.

World Book Capital merupakan program UNESCO yang memberikan pengakuan kepada kota yang berkomitmen mempromosikan buku dan budaya membaca melalui berbagai kegiatan sepanjang tahun.

Kuala Lumpur, Malaysia, menjadi salah satu kota yang pernah menerima predikat tersebut pada 2020 dengan kampanye KL Baca – Caring Through Reading.

Bagi Yogyakarta, predikat ini berpotensi memperkuat citra sebagai pusat literasi sekaligus mendorong perluasan akses buku dan program membaca bagi masyarakat.

Baca Juga: Polda DIY Bantah Adanya Korban Jiwa dalam Kericuhan Malioboro

Pencalonan Yogyakarta masih membutuhkan persiapan matang, mulai dari dukungan pemerintah daerah hingga penyusunan dokumen pengajuan dan program literasi yang terukur.

Kolaborasi antara pemerintah, penerbit, perguruan tinggi, dan komunitas juga diperlukan agar program yang dirancang dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau berbagai kelompok masyarakat.

Dengan dukungan ratusan penerbit, tradisi akademik, dan kekayaan budaya, Yogyakarta memiliki modal untuk memperjuangkan predikat Kota Buku Dunia UNESCO 2028. Keberhasilannya akan bergantung pada kesiapan pengajuan dan komitmen bersama dalam memperkuat literasi.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Kota Buku Dunia Kota Buku Dunia UNESCO 2028 World Book Capital atau Kota Buku Dunia UNESCO 2028 Yogyakarta IKAPI DIY