JOGJA - Kapolda DIY Irjen Pol Langgeng Purnomo menargetkan pemberantasan narkoba di DIJ hingga mencapai zero atau nol kasus. Upaya ini membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari TNI, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
“Narkoba ini harus kita target zero. Ini cita-cita Presiden dan juga komandan langsung dari Bapak Kapolri,” ujarnya setelah bertemu Wakil Gubernur DIY Paku Alam (PA) X di Kompleks Kepatihan, Rabu (14/10/2026).
Dia mengatakan, mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perlindungan dari ancaman narkoba. Dia menyebut, jangan sampai mahasiswa terjerumus menjadi pengguna. ”Terlebih penyalahgunaan narkoba berpotensi menjadi ancaman bagi lingkungan pendidikan,” katanya.
Selain membahas pemberantasan narkoba, pertemuan dengan PA X juga menjadi kesempatan baginya untuk menyampaikan informasi mengenai situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polda DIJ. Termasuk pelaksanaan tugas kepolisian dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Kualitas Udara di Jogja Tak Sehat, PM2.5 Tembus 79 Mikrogram selama Musim Kemarau
Langgeng menyebut, berbagai informasi dari PA X menjadi bahan untuk memetakan persoalan sekaligus menentukan langkah ke depan. Dia menilai, modal sosial berupa identitas dan karakter masyarakat DIY menjadi kekuatan dalam menciptakan situasi kondusif.
Menurutnya, hal itu sejalan dengan semangat polri untuk hadir bersama masyarakat. Salah satunya melalui penguatan program Jaga Warga yang dinilai strategis dalam menjaga keamanan hingga tingkat padukuhan.
Melalui Jaga Warga, masyarakat didorong melakukan musyawarah untuk mengidentifikasi persoalan di lingkungan masing-masing. Selanjutnya, persoalan tersebut diselesaikan bersama melalui semangat gotong royong, sehingga penanganannya dapat menyentuh akar masalah.
“Untuk menjaga identitas kita, kemudian menjadi kekuatan kita. Ini-lah langkah strategis untuk membangun hubungan saling percaya, sehingga modal sosial akan kuat," jelasnya.
Baca Juga: Marc Klok Ungkap Persib Bandung Incar Kemenangan Kedua di ACL Two Lawan The Cong Viettel
Pihaknya juga berkomitmen mendukung program pemerintah pusat maupun daerah. Penguatan peran masyarakat menjadi salah satu upaya untuk mencegah potensi konflik sekaligus menjaga stabilitas keamanan di DIY.
Di sektor pariwisata, akan turut mendukung terciptanya ekosistem wisata yang aman dan nyaman. Menurutnya, persoalan yang berpotensi mengganggu kenyamanan wisatawan perlu diselesaikan bersama agar sektor pariwisata DIY semakin berkembang.
Dia mencontohkan persoalan harga, kebersihan, serta berbagai hal lain yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi wisatawan. Termasuk persoalan yang berpotensi menimbulkan rasa takut dan citra negatif terhadap destinasi wisata.
“Polisi mendukung wisata supaya terus semakin meningkat. Ekosistem yang mengganggu wisata ini menjadi langkah yang harus dipecahkan,” tambahnya. (cin/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita