Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gempa Guguran Merapi Capai 59 Kali, Warga DIY dan Jawa Tengah Dilarang Mendekat

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
ILUSTRASI: Kabar Terbaru Gunung Merapi: Status Siaga, Ancaman Awan Panas Mengintai
ILUSTRASI: Kabar Terbaru Gunung Merapi: Status Siaga, Ancaman Awan Panas Mengintai

Advertisement

 

SLEMAN - Geliat aktivitas vulkanik di perut Gunung Merapi kembali memperlihatkan dinamika yang patut diwaspadai bersama. Gunung api megah yang membentang di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah ini terus melepaskan energi dalamnya secara konstan melalui rentetan guncangan dan guguran material.

​Suasana tenang di kawasan lereng kerap terpecah oleh gemuruh runtuhan batu dari bukaan puncak kawah. Berdasarkan hasil pengamatan visual terkini, Puncak Merapi tampak cukup jelas, meski sesekali diselimuti oleh hamparan kabut tipis yang bergerak perlahan mengikuti arah angin.

Advertisement

​Petugas pemantau mencatat setidaknya ada enam kali guguran lava pijar yang meluncur deras menyusuri tebing terjal. Lava membara tersebut meluncur tajam menuju sektor barat daya, dengan jarak luncuran maksimum mencapai dua ribu meter dari bukaan kawah aktif.

​Aliran lava pijar tersebut melintasi sejumlah alur sungai utama yang berhulu langsung di puncak raksasa ini. Jalur yang terlintasi bahaya meliputi kawasan Kali Sat, Kali Putih, Kali Krasak, serta menyusuri alur terjal Kali Boyong secara intensif.

​Secara visual, asap kawah bertekanan lemah teramati membumbung anggun di atas kubah puncak. Asap tipis berwarna putih bersih tersebut mengangkasa setinggi lima puluh hingga seratus meter sebelum akhirnya tersapu angin berkecepatan lemah ke arah utara.

Advertisement

​Rekaman alat kegempaan mengonfirmasi bahwa gejolak di dalam perut Merapi masih sangat tinggi dan fluktuatif. Gempa guguran mendominasi rekaman instrumen dengan frekuensi puluhan kali kejadian, menunjukkan pelepasan energi runtuhan yang berlangsung tiada henti sepanjang hari.

​Selain itu, instrumen pemantau merekam puluhan gempa fase banyak dan fenomena gempa vulkanik dangkal. Kemunculan rentetan gempa ini mengindikasikan bahwa proses dinamika fluidisasi dan suplai magma baru dari kedalaman bumi masih berlangsung sangat aktif hingga saat ini.

​Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi menetapkan tingkat aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada Level Tiga atau Siaga. Penetapan status ini mempertegas bahwa potensi bahaya erupsi susulan sewaktu-waktu masih berpeluang besar untuk terjadi.

​Potensi bahaya utama yang diwaspadai saat ini berupa guguran lava pijar dan ancaman awan panas guguran. Sektor selatan hingga barat daya menjadi area paling rawan yang berisiko diterjang oleh material panas bersuhu tinggi jika letupan besar melanda.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Baru Pukul Sepuluh Pagi Panasnya Sudah Terasa Seperti Tengah Hari, BMKG Yogyakarta Ungkap Penyebab

Baru Pukul Sepuluh Pagi Panasnya Sudah Terasa Seperti Tengah Hari, BMKG Yogyakarta Ungkap Penyebab

Sebagian masyarakat di Jogjakarta mulai mengeluhkan kondisi panas terik yang terasa semakin menyengat akhir-akhir ini. Rasa panas dan gerah sudah mulai menusuk kulit sejak pukul 10.00 pagi, intensitas yang dirasakan ..

Panas Terik Sejak Pagi di Jogja, BMKG Beberkan Penyebab dan Efek El Nino

Panas Terik Sejak Pagi di Jogja, BMKG Beberkan Penyebab dan Efek El Nino

Warga Jogja keluhkan cuaca panas terik sejak pukul 10 pagi. BMKG Yogyakarta beberkan penyebabnya, mulai dari posisi semu matahari, berkurangnya tutupan awan, hingga dampak El Nino yang menunda musim hujan.

 Cuaca Panas Dongkrak Penjualan AC selama Kemarau, Pembangunan Rumah Turut Jadi Penyumbang

Cuaca Panas Dongkrak Penjualan AC selama Kemarau, Pembangunan Rumah Turut Jadi Penyumbang

Cuaca panas mendorong penjualan pendingin udara atau air conditioner (AC) di DIY meningkat hingga 40 persen. Midea Electronics Indonesia mencatat penjualan AC di wilayah DIY bahkan mencapai sekitar 4.000-5.000 unit ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer