
JOGJA - Kunjungan wisatawan ke DIY hingga Agustus 2026 baru mencapai 66 persen dari target tahunan. Berdasarkan data tersebut, rata-rata persentase capaian wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 75,79 persen. Capaian wisnus baru 65,47 persen dari target, sedangkan wisman telah mencapai 86,11 persen.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Eling Priswanto mengatakan, target kunjungan wisnus sepanjang 2026 ditetapkan sebanyak 8.750.000 orang. Sementara itu, target kunjungan wisman sebanyak 230.000 orang.
"Berdasarkan data BPS realisasi per Agustus 2026, wisman 198.059 orang dan wisnus 5.728.370 orang," kata Eling Selasa (13/10).
Baca Juga: Antrean BBM di Bali Bikin Macet, Gubernur Koster Tenangkan Warga: Stok Aman
Dengan capaian tersebut, total kunjungan wisnus dan wisman mencapai 5.926.429 orang dari target gabungan 8.980.000 orang. Artinya, masih ada sekitar 3,05 juta kunjungan yang perlu dikejar hingga akhir tahun.
Untuk mengejar target tersebut, Dispar DIY memperkuat promosi digital melalui portal Visiting Jogja, media sosial, dan video promosi. Promosi juga diperluas melalui agen perjalanan, maskapai, serta kegiatan fam trip untuk memperkenalkan berbagai destinasi kepada calon wisatawan.
Selain promosi, Dispar DIY memperkuat penyelenggaraan agenda pariwisata melalui penyusunan Calendar of Event DIY. Berbagai kegiatan budaya, kuliner, fesyen, musik, dan ekonomi kreatif diharapkan mampu menarik kunjungan sekaligus mendorong wisatawan tinggal lebih lama.
Baca Juga: PDAM Sleman Buka Promo Pasang Air Rp500 Ribu, Catat Syarat dan Cara Daftarnya
"Kami juga akan menyelaraskan jadwal event dengan paket wisata serta penawaran akomodasi," tuturnya.
Dispar DIY juga berupaya memperluas pasar dan memeratakan persebaran wisatawan melalui pengembangan produk wisata berbasis budaya, alam, desa wisata, gastronomi, serta wellness. Wisatawan akan diarahkan ke destinasi alternatif untuk mengurangi konsentrasi kunjungan di lokasi tertentu.
"Kami bekerjasama dengan biro perjalanan dan pelaku industri pariwisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan," pungkasnya.
Di sisi lain, Dispar DIY tidak menetapkan target pendapatan asli daerah (PAD) secara langsung dari sektor pariwisata. Eling menjelaskan, penerimaan pajak hotel dan restoran menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota.
Meski demikian, Dispar DIY mencatat PAD sebesar Rp 530.250.000 dari sewa lahan parkir di kawasan Candi Ratu Boko. Penerimaan tersebut berasal dari kontrak sewa selama lima tahun, yakni periode 2023 hingga 2028.
"PAD tersebut diterima Desember 2023 di awal kontrak," bebernya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita