Di Balik Kostum Wayang, Ada Petugas yang Menjaga Malioboro Tetap Bebas dari Asap Rokok

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:17 WIB
JAGA SEHAT DAN NYAMAN: Petugas UPT Malioboro yang memerankan Mbok Rono dan Makbul sedang "patroli" untuk mengingatkan pengunjung bahwa kawasan itu bebas asap rokok. (Foto: Rantika Putriyani)
JAGA SEHAT DAN NYAMAN: Petugas UPT Malioboro yang memerankan Mbok Rono dan Makbul sedang "patroli" untuk mengingatkan pengunjung bahwa kawasan itu bebas asap rokok. (Foto: Rantika Putriyani)

JOGJA - Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Malioboro, Rabu (7/10/2026). Di tengah semarak peringatan HUT ke-270 Kota Jogja, sejumlah petugas UPT Malioboro tampil mengenakan kostum wayang. Ada apa?
Penampilannya itu tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan perayaan yang dibalut dalam Wayang Jogja Night Carnival (WJNC). Di balik kostum tradisional yang menarik perhatian pengunjung, para petugas tetap menjalankan tugas menjaga kawasan Malioboro agar tetap bersih, aman, dan nyaman, termasuk mengawasi penerapan kawasan bebas rokok.

Mengenakan kostum wayang lengkap dengan riasan wajah dan aksesori tradisional, para petugas itu beraktivitas di tengah ramainya Malioboro. Kehadiran mereka sekaligus menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan wisatawan yang berada di kawasan legendaris ini.

Baca Juga: Alihkan Gaji dan Tanah Pelungguh untuk Warga, Lurah Candibinangun Atik: "Bentuk Pengabdian Saya" 

Petugas UPT Malioboro yang berperan sebagai Mbok Rono dan Makbul itu mengatakan, tugas mereka menjaga kondisi kawasan sepanjang Malioboro, mulai kawasan Titik Nol hingga area lain.

Salah satu hal yang turut menjadi perhatian adalah menjaga Malioboro sebagai kawasan bebas rokok. "Kami di sini bertugas menjaga kawasan tetap bersih, aman, dan sehat,” ujar Mbok Rono, salah satu petugas itu.

Menurutnya, keberadaan petugas semakin penting ketika Malioboro dipadati masyarakat dalam momentum perayaan HUT ke-270 Kota Jogja. Selain menjaga kebersihan dan keamanan, mereka juga turut mengingatkan masyarakat agar mematuhi aturan bahwa Malionoro adalah kawasan tanpa rokok (KTR).

Baca Juga: Belik Mengering, Siswa di Geger Terpaksa Tayamum: Gelar Salat Istisqa Meminta Turun Hujan

Bagi para petugas, menjaga Malioboro bukan hanya pekerjaan rutin. Kawasan itu merupakan salah satu wajah Kota Jogja yang banyak dikunjungi wisatawan.

"Senang banget. Karena ini pusatnya Kota Jogja. Orang datang ke Jogja biasanya kali pertama ke Malioboro,” katanya.

Penggunaan kostum wayang juga memberikan nuansa berbeda dalam saat perayaan ulang tahun Kota Jogja tahun ini. Budaya tradisional dipadukan dengan tugas pelayanan publik, sehingga membuat kehadiran petugas lebih mudah dikenali oleh masyarakat.

Baca Juga: Jadi Percontohan Nasional, KDMP Sinduadi Kini Justru Kesulitan Cari Lokasi Baru

Di tengah keramaian itu, para petugas berharap Malioboro semakin ramai dikunjungi tanpa kehilangan identitasnya sebagai kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman. "Semoga semakin ramai dan lebih bersih lagi, baik Jogja secara umum maupun di Malioboro,” ujarnya.

Menutup perayaan HUT kali ini, para petugas turut menyampaikan harapan bagi kota yang mereka jaga. "Selamat ulang tahun ke-270 Kota Jogja. Semoga semakin makmur, jaya, dan tetap istimewa," ucapnya. (mg/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Mbok Rono Makbul Wayang Jogja Night Carnival UPT Malioboro WJNC