Pasutri Atlet Disabilitas di Jogja Mandiri Buka Warung Sembako; Moncer saat Pandemi

Adib Lazwar Irkhami • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 19:55 WIB
SEMANGAT: Pasutri atlet penyandang disabilitas Ari Sutoyo dan Ernawati saat ditemui Kamis (1/10). Mereka sukses membangun warung sembako berkat dukungan Perum Bulog lewat program RPK. IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
SEMANGAT: Pasutri atlet penyandang disabilitas Ari Sutoyo dan Ernawati saat ditemui Kamis (1/10). Mereka sukses membangun warung sembako berkat dukungan Perum Bulog lewat program RPK. IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

 

JOGJA - Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya dan berdaya. Hal inilah yang dibuktikan pasangan suami istri atlet penyandang disabilitas asal Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, Ari Sutoyo, 50, dan Ernawati, 42. Mereka tidak hanya berprestasi di arena olahraga, namun juga gigih membangun usaha warung sembako. 

Perjalanan usaha sembako milik Ari dan Erna dimulai awal tahun 2020, tepat di masa pandemi Covid-19 melanda. Dengan modal yang terbilang sangat terbatas, mereka memberanikan diri membuka usaha kebutuhan pokok di rumah mereka, Jalan Srikaloka, Bugisan, Kemantren Wirobrajan, Jogja.

Baca Juga: Terjebak dalam Kebakaran di Toko Bangunan Trans Home Kalasan Sleman, Dua Karyawati Meninggal Dunia

Bak gayung bersambut, usaha dengan modal yang sedikit itu justru banyak menarik konsumen. Lama kelamaan barang dagangan mereka terus bertambah dan omzet naik. Hingga komoditas yang dijual semakin komplet.

Kemandirian ekonomi yang mereka bangun semakin kuat berkat kemitraan dan dukungan modal usaha berupa pasokan barang dari Perum Bulog. Mereka mendapatkan komoditas pangan pokok seperti beras, minyak goreng, hingga tepung terigu dengan harga yang lebih terjangkau dari harga pasaran untuk dijual kembali.

 "Dari hasil penjualan itu kami ambil untungnya untuk dikembangkan lagi. Kalau stok barang habis, kami tinggal telepon pihak Bulog dan barang langsung diantar ke warung," jelas Erna di sela pemberian modal usaha kepada penyandang disabilitas lewat program Rumah Pangan Kita (RPK) Perum Bulog di Timoho, Kamis (1/10).

Baca Juga: 236 Botol Mihol Diamankan dalam Sepekan, Hasil Razia Rutin Polres Bantul di 13 Lokasi

 Di luar kesibukan mengelola warung sembako, pasutri ini ternyata memiliki rekam jejak yang gemilang di bidang olahraga penyandang disabilitas. Erna merupakan atlet senior cabang olahraga lari jarak pendek dan lompat jauh.

Wanita 42 tahun itu telah menggeluti dunia olahraga sejak tahun 2004 lalu, sekaligus aktif sebagai pengurus organisasi  National Paralympic Committee (NPC) Kota Jogja. Sementara sang suami atlet cabang olahraga angkat berat peraih medali emas yang telah berkiprah selama empat tahun terakhir.

Bagi Erna dan Ari, keterbatasan fisik yang mereka miliki justru menjadi pendorong untuk terus berjuang dan membuktikan bahwa mereka mampu hidup mandiri tanpa tergantung belas kasihan orang lain. Ia dan suaminya punya prinsip untuk tidak malu dengan keterbatasan yang dimiliki. 

Baca Juga: PSS Sleman Terus Racik Komposisi Terbaik 

 "Karena kadang apa yang menjadi keterbatasan kami itu justru bisa jadi kelebihan yang belum tentu dimiliki orang lain. Di NPC kami punya prinsip ora utuh tapi ampuh,” tutur Erna.

Sementara itu, Direktur Operasional Perum Bulog Andi Afdal menyampaikan program RPK merupakan bagian dari upaya menciptakan kesetaraan ekonomi serta memperluas jaringan distribusi pangan masyarakat.  Dalam program ini sebanyak 30 unit RPK baru dibentuk dengan pengelola yang seluruhnya merupakan penyandang disabilitas.

Andi berharap, kegiatan itu dapat memberi dampak sosial yang nyata. Tidak hanya bagi penerima manfaat, namun juga bagi masyarakat. Keberadaan RPK juga diproyeksikan mampu memperkuat ketahanan pangan di Jogjakarta. Guna memastikan keberlanjutan program, Bulog bersama dengan pemerintah daerah juga melakukan pendampingan.

"Teman-teman dari Bulog bersama dinas terkait akan terus memberikan asistensi dan akses informasi agar usaha mereka dapat terus bertahan dan berkembang," jelas Andi. (laz) 

 

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Pandemi sembako National Paralympic Committee Covid-19 atlet disabilitas