JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mulai menguji coba drop zone khusus bus pariwisata untuk menurunkan penumpang rombongan besar. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai salah satu solusi setelah Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati ditutup.
Kepala UPT Pengelolaan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja Karmila mengatakan, drop zone tersebut telah disiapkan sejak September 2026. Uji coba kemudian dilakukan dalam sepekan terakhir di Jalan Sriwedari, sisi timur Taman Pintar.
Drop zone dapat diakses bus pariwisata melalui Jalan Mayor Suryotomo, kemudian berbelok ke Jalan Tilarso menuju Jalan Sriwedari. Petugas disiapkan untuk membantu mengarahkan pengemudi bus saat memasuki lokasi.
“Jadi bus wisata bisa menurunkan penumpang terlebih dahulu di drop zone, kemudian melanjutkan ke lokasi tempat parkir seperti di TKP eks Menara Kopi dan Ngabean,” ujar Karmila kepada wartawan Selasa (29/9).
Baca Juga: Bukan Cuma Layang-Layang, Momen Manis Warga Minggir Berbagi Cerita di Bawah Langit Sleman
Selama sepekan uji coba, masih ditemukan sejumlah kendala. Salah satunya pengemudi bus yang belum mengetahui keberadaan drop zone karena sosialisasi yang masih terbatas.
Selain itu, bus juga mengalami kesulitan saat berbelok dari Jalan Tilarso menuju Jalan Sriwedari apabila jumlah bus pariwisata yang berada di drop zone cukup banyak.
Untuk mengantisipasi penumpukan, pengelola membatasi maksimal tiga bus besar yang masuk ke area drop zone secara bersamaan. Sosialisasi juga terus dilakukan kepada pengemudi bus melalui agen perjalanan serta sekolah yang telah melakukan reservasi kunjungan ke Taman Pintar.
Baca Juga: Pemulihan Cedera, Frederic Injai Dipastikan Tampil Bersama PSS Sleman November Depan
“Taman Pintar juga memberikan layanan antar pengunjung ke lokasi tempat parkir bus secara gratis agar menarik jumlah kunjungan,” kata Karmila.
Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Pengelola Taman Pintar Lukman Yoga Suryawan mengatakan, jumlah bus yang menggunakan drop zone selama masa uji coba bervariasi. Dalam sehari, jumlahnya paling sedikit sekitar dua hingga tiga bus, sedangkan paling banyak mencapai 15 bus.
Menurut Lukman, pengemudi bus yang hendak menggunakan drop zone dapat berkomunikasi terlebih dahulu dengan pengelola Taman Pintar. Pengemudi nantinya akan mendapat panduan untuk menurunkan penumpang di lokasi yang telah ditentukan sekaligus layanan pengantaran menuju lokasi parkir bus.
“Sebelumnya memang dari tour leader kesulitan mengakses ke sini karena kalau langsung ke tempat parkir ada biaya tambahan menuju ke sini dan butuh waktu lebih lama,” ungkapnya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita