YOGYAKARTA — Upaya mencegah penyebaran rabies di Daerah Istimewa Yogyakarta terus diperkuat. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY menggelar vaksinasi rabies gratis bagi kucing serta sterilisasi kucing jantan dalam rangkaian Bulan Bakti Peternakan ke-190 dan World Rabies Day, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman DPKP DIY tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap rabies, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Aris Eko Nugroho, mengatakan, pencegahan rabies perlu dilakukan secara bersama-sama mengingat peredaran dan perpindahan hewan di wilayah Yogyakarta cukup masif.
Baca Juga: Hanya Kantongi Satu Poin dari Tiga Laga, PSIM Siap Bangkit di Oktober, Evaluasi Total Dilakukan
“Karena berkaitan dengan peredaran hewan ini cukup masif, sehingga tetap kita jaga-jaga. Kekebalan dari hewan-hewan yang ada di Yogyakarta itu menjadi bagian yang penting,” ujar Aris.
Menurut Aris, vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kekebalan hewan terhadap rabies. Melalui kegiatan tersebut, DPKP DIY untuk pertama kalinya secara khusus menyelenggarakan program vaksinasi rabies dalam rangkaian kegiatan Bulan Bakti Peternakan.
Sebelumnya, kegiatan vaksinasi serupa telah dilakukan oleh sejumlah pihak di tingkat kabupaten dan kota maupun komunitas. Karena itu, menurut Aris, sinergi berbagai pihak menjadi hal penting dalam upaya menjaga Yogyakarta dari ancaman rabies.
“Karena berkaitan dengan peredaran hewan ini cukup masif, sehingga tetap kita jaga-jaga. Kekebalan dari hewan-hewan yang ada di Yogyakarta itu menjadi bagian yang penting,” ujar Aris.
Menurut Aris, vaksinasi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kekebalan hewan terhadap rabies. Melalui kegiatan tersebut, DPKP DIY untuk pertama kalinya secara khusus menyelenggarakan program vaksinasi rabies dalam rangkaian kegiatan Bulan Bakti Peternakan.
Sebelumnya, kegiatan vaksinasi serupa telah dilakukan oleh sejumlah pihak di tingkat kabupaten dan kota maupun komunitas. Karena itu, menurut Aris, sinergi berbagai pihak menjadi hal penting dalam upaya menjaga Yogyakarta dari ancaman rabies.
Baca Juga: Polres Gunungkidul Mulai Geser Personel untuk Amankan Pilur Serentak
Ia berharap kegiatan yang digelar tahun ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.
“Harapan saya karena ini baru pertama kali kita adakan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, tetap berlanjut. Kemudian yang kedua, kolaborasi dengan berbagai macam pihak menjadi kata kunci,” katanya.
Aris menambahkan, pelaksanaan vaksinasi juga bertepatan dengan peringatan World Rabies Day, sehingga menjadi kesempatan untuk mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan penyakit pada hewan berkaitan erat dengan perlindungan kesehatan manusia.
Ia berharap kegiatan yang digelar tahun ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.
“Harapan saya karena ini baru pertama kali kita adakan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, tetap berlanjut. Kemudian yang kedua, kolaborasi dengan berbagai macam pihak menjadi kata kunci,” katanya.
Aris menambahkan, pelaksanaan vaksinasi juga bertepatan dengan peringatan World Rabies Day, sehingga menjadi kesempatan untuk mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan penyakit pada hewan berkaitan erat dengan perlindungan kesehatan manusia.
Baca Juga: PSS Sleman Akan Lakukan Eksperimen di Jeda Internasional
Rabies merupakan penyakit yang dapat menular kepada manusia, salah satunya melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Karena itu, menjaga kesehatan dan kekebalan hewan menjadi bagian dari upaya mencegah penularan kepada masyarakat.
Selain vaksinasi, DPKP DIY juga menyediakan layanan sterilisasi atau kastrasi kucing jantan secara gratis. Program ini menjadi perhatian tersendiri karena populasi kucing, termasuk kucing liar, masih menjadi persoalan di lingkungan perkotaan.
Aris menjelaskan, sterilisasi dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengendalikan perkembangbiakan kucing.
“Sekarang ini banyak kucing-kucing liar. Kemudian yang sembarang mengawini, dengan ada kastrasi untuk kucing-kucing, tidak bisa melakukan proses perkawinan,” jelasnya.
Rabies merupakan penyakit yang dapat menular kepada manusia, salah satunya melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Karena itu, menjaga kesehatan dan kekebalan hewan menjadi bagian dari upaya mencegah penularan kepada masyarakat.
Selain vaksinasi, DPKP DIY juga menyediakan layanan sterilisasi atau kastrasi kucing jantan secara gratis. Program ini menjadi perhatian tersendiri karena populasi kucing, termasuk kucing liar, masih menjadi persoalan di lingkungan perkotaan.
Aris menjelaskan, sterilisasi dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengendalikan perkembangbiakan kucing.
“Sekarang ini banyak kucing-kucing liar. Kemudian yang sembarang mengawini, dengan ada kastrasi untuk kucing-kucing, tidak bisa melakukan proses perkawinan,” jelasnya.
Baca Juga: Banyak Diminati, TRC Mas Jos Tolak 514 Permohonan Penjemputan Sampah dari Luar Kota Jogja
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengendalian populasi hewan dapat dilakukan melalui pendekatan kesehatan dan kesejahteraan hewan, bukan sekadar menangani keberadaan hewan liar setelah populasinya meningkat.
Kesejahteraan Hewan dan Masyarakat Jadi Tujuan
Aris menegaskan, kesehatan hewan pada akhirnya memiliki keterkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Hewan yang sehat diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi lingkungan dan manusia.
“Kita berharap ini bisa menjadikan kesejahteraan bagi peternaknya maupun kesejahteraan bagi hewan itu sendiri. Karena dengan kemudian hewan tidak punya penyakit maka hewannya sejahtera,” ujarnya.
Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengendalian populasi hewan dapat dilakukan melalui pendekatan kesehatan dan kesejahteraan hewan, bukan sekadar menangani keberadaan hewan liar setelah populasinya meningkat.
Kesejahteraan Hewan dan Masyarakat Jadi Tujuan
Aris menegaskan, kesehatan hewan pada akhirnya memiliki keterkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Hewan yang sehat diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi lingkungan dan manusia.
“Kita berharap ini bisa menjadikan kesejahteraan bagi peternaknya maupun kesejahteraan bagi hewan itu sendiri. Karena dengan kemudian hewan tidak punya penyakit maka hewannya sejahtera,” ujarnya.
Baca Juga: Ada Lima Tambang Ilegal, DPUPESDM DIY Klaim Telah Layangkan Surat Teguran: Akan Libatkan APH
Rangkaian Bulan Bakti Peternakan ke-190 dan World Rabies Day di DPKP DIY juga diisi dengan pameran kucing serta pameran produk dan usaha peternakan. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak dari dunia usaha dan komunitas.
Melalui kegiatan ini, DPKP DIY mendorong agar upaya menjaga kesehatan hewan, pengendalian populasi, serta pencegahan rabies dapat dilakukan secara berkesinambungan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha.
Dengan slogan “Sehat Hewannya, Aman Manusianya, Hebat Peternakannya”, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan hewan bukan hanya persoalan kesejahteraan satwa, tetapi juga bagian dari upaya melindungi masyarakat dari penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.
Rangkaian Bulan Bakti Peternakan ke-190 dan World Rabies Day di DPKP DIY juga diisi dengan pameran kucing serta pameran produk dan usaha peternakan. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak dari dunia usaha dan komunitas.
Melalui kegiatan ini, DPKP DIY mendorong agar upaya menjaga kesehatan hewan, pengendalian populasi, serta pencegahan rabies dapat dilakukan secara berkesinambungan melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha.
Dengan slogan “Sehat Hewannya, Aman Manusianya, Hebat Peternakannya”, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan hewan bukan hanya persoalan kesejahteraan satwa, tetapi juga bagian dari upaya melindungi masyarakat dari penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.