JOGJA - Pemkot Jogja mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lebih menonjolkan potensi lokal. Pasalnya, sampai saat ini mayoritas pelaku usaha cenderung lebih banyak menjajakan produk khas luar negeri.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan, pengoptimalan potensi lokal menjadi salah satu unsur penting agar setiap wilayah bisa memiliki ciri khas masing-masing. Sehingga ia mendorong agar pelaku usaha berani menampilkan potensi lokal dalam setiap kegiatan.
Wawan memandang, potensi lokal merupakan produk potensial jika mampu dikembangkan atau digarap dengan baik. Guna mewadahi hal tersebut, pemkot berencana menggelar potensi produk UMKM lokal di seluruh kelurahan dan kemantren di Kota Jogja.
Baca Juga: Ganggu Akses Usaha, SepuluhTiang Internet di Jalan Kaliurang Direlokasi dan Disederhanakan
Agenda tersebut nantinya akan menjadi salah satu rangkaian HUT ke-270Kota Jogja. Melalui kegiatan itu ia berharap dapat menghidupkan perekonomian lokal dan tiap-tiap wilayah bisa menampilkan potensinya masing-masing.
“Jadi serangkaian semuanya di bulan Oktober,” ujar Wawan saat ditemui di wilayah Kemantren Umbulharjo, Minggu (20/9/2026).
Senafas dengan itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Oleg Yohan mendukung penuh agar UMKM bisa mengembangkan potensi lokal. Bahkan pemkot juga sudah memiliki program rutin bernama Latar Rejo yang dilaksanakan di Museum Monumen Pangeran Diponegoro.
Baca Juga: Kelok 23 Masih Sisakan PR Parkir Liar hingga Kelandaian, PJN DIY Tuntaskan Seluruh Masalah
Program yang resmi diluncurkan sejak Agustus 2026 itu menggandeng 65 pelaku usaha. Serta menjadi ruang bagi penikmat kuliner dengan sajian tradisional khas Jogjakarta. Seperti gudeg, bakmi jawa, kudapan khas angkringan, berbagai jajanan pasar, dan minuman rempah.
“Selaku dewan, tentu saja kami mendorong kegiatan-kegiatan seperti ini ada di kemantren-kemantren lain, yang kemudian bisa menjadi daya ungkit nilai ekonomi,” tegas Oleg. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita