Satgas MBG Sidak Empat Dapur SPPG, Pemprov DIY Dapati Banyak Catatan Ketidaksesuaian Prosedur

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 22:00 WIB
SIDAK: Pemprov DIY sedang melakukan inspeksi mendadak ke dapur SPPG di Kota Jogja dini hari Senin (21/9). (Dokumentasi Humas Pemprov DIY)
SIDAK: Pemprov DIY sedang melakukan inspeksi mendadak ke dapur SPPG di Kota Jogja dini hari Senin (21/9). (Dokumentasi Humas Pemprov DIY)

JOGJA - Langkah mitigasi dan pengawasan ketat langsung diambil Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY bersama Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG). Tim gabungan menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke empat fasilitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Jogja Senin (21/9) sekitar pukul 03.30.

Sidak dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah DIY yang juga Ketua Satgas MBG DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti. Pihaknya menyisir area dapur, alur pengolahan bahan baku, kebersihan peralatan, hingga prosedur pengemasan guna mencegah timbulnya kontaminasi bakteri pada makanan.

Baca Juga: Mendag Tegaskan Kenaikan Bapok Bukan karena MBG, Pedagang Pasar Potrojayan Klaim Sebaliknya

Dari hasil penyisiran dini hari tersebut, Satgas menemukan sejumlah catatan krisis di lapangan yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN). "Banyak catatan. Tadi kita lihat di lapangan masih ada yang belum sesuai SOP," ungkap Ni Made usai inspeksi Senin (21/9).

Meski demikian, Ni Made enggan membeberkan secara rinci poin-poin pelanggaran maupun lokasi dapur yang didatangi. Ia hanya menegaskan bahwa seluruh temuan tersebut langsung dikoordinasikan dengan koordinator wilayah terkait untuk pembenahan mendesak sebelum dibahas dalam rapat evaluasi khusus.

Baca Juga: Posisi Pieter Huistra Terancam, Mulai Muncul Desakan Mundur dari Pelatih PSS Sleman

Ni Made turut mengingatkan seluruh pengelola dapur penyiapan makanan agar disiplin menjalankan panduan BGN secara mutlak tanpa ada langkah yang diabaikan. Ia menekankan bahwa kelalaian sekecil apa pun saat proses pemorsian dan pengemasan dapat memicu kontaminasi bahan pangan. "Kontaminasi itu bisa dari mana saja," tegas Ni Made.

Di tengah gempuran sorotan publik, Ni Made meminta para petugas pengolah makanan tidak patah semangat. Kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat adalah konsistensi dalam menjaga kualitas dan kebersihan hidangan. "Dengan konsistensi itu, kepercayaan masyarakat dapat tumbuh seiring dengan kerja optimal dalam menyediakan makanan yang berkualitas," jelasnya. (cin/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) keracunan inspeksi mendadak (sidak)