BANTUL - Revitalisasi Jembatan Kewek di Kemantren Danurejan, Kota Jogja terus dikebut. Meski proses serah terima pekerjaan baru ditargetkan berlangsung pada Desember, pemerintah menargetkan jembatan tersebut sudah dapat dilalui masyarakat sebelum periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah DIY Tisara Sita mengatakan, progres revitalisasi Jembatan Kewek telah mencapai 42 persen per 13 September 2026. Pihaknya optimistis pekerjaan fisik dapat dikejar sehingga jembatan bisa kembali digunakan sebelum Nataru.
“Sehingga kami harapkan nanti sebelum Nataru itu sudah selesai,” ujar Tisara saat meninjau Kelok 23 di Bantul Senin (14/9).
Baca Juga: Harga Singkong Rendah, DPKP DIY Dorong Jadikan Olahan dan Perluas Pasar
Sejumlah pekerjaan utama saat ini telah diselesaikan. Fondasi bored pile telah rampung dan sedang menjalani pengujian menggunakan metode tes Pile Driving Analyzer (PDA). Pengujian dinamis pada fondasi tiang itu dilakukan untuk memastikan kekuatan fondasi memenuhi ketentuan sebelum pembangunan struktur jembatan dilanjutkan.
“Kalau sudah selesai pengujian dan hasilnya baik, sesuai, itu kita akan lanjutkan dengan pembesian dan pengecoran abutment (pangkal jembatan),” katanya.
Baca Juga: Panorama Memikat, Banyak Pengendara Berhenti saat Uji Coba Kelok 23, Ditlantas Ingatkan Keselamatan
Selain fondasi bored pile, pekerjaan secant pile (dinding penahan tanah) pada bagian samping jembatan juga telah selesai. Pekerjaan pasangan batu kini tinggal menyisakan sebagian kecil.
Tahap berikutnya adalah pemasangan girder atau erection girder yang ditargetkan berlangsung pada awal Oktober. Tahapan ini menjadi salah satu pekerjaan penting sebelum struktur jembatan dapat diselesaikan.
Tisara mengatakan, penyelesaian pekerjaan secara administrasi melalui provisional hand over (PHO) atau serah terima sementara tetap ditargetkan pada Desember. Namun, secara fungsional, pihaknya berupaya agar Jembatan Kewek dapat lebih dulu dilalui masyarakat sebelum masa Nataru. “Kami upayakan seperti itu,” tegasnya. (cr2/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita