Faktor Iklim dan El Nino Tekan Produksi Ikan Tangkap di DIY, DKP DIY Tingkatkan Perbaikan Sarpras

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:52 WIB
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap DKP DIJ Catur Nur Amin. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap DKP DIJ Catur Nur Amin. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

 JOGJA - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY mencatat produksi perikanan tangkap semester I tahun ini baru mencapai 3.518 ton, atau sekitar 46,4 persen dari target produksi tahun ini sebesar 7.584 ton tahun ini. Capaian tersebut dinilai masih kurang, disebabkan faktor iklim dan adanya El Nino yang melanda di sementer I. 

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan Tangkap DKP DIY Catur Nur Amin mengatakan, untuk mencapai target DKP DIY melakukan berbagai upaya. Upaya yang dilakukan yakni melalui peningkatan dan perbaikan sarana serta prasarana pelabuhan perikanan. Termasuk pengembangan fasilitas pendukung kegiatan perikanan. Selain itu, produktivitas dan efisiensi usaha penangkapan ikan perlu terus ditingkatkan. “Melalui bantuan sarana penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan kepada nelayan,” terangnya Kamis (10/9/2026). 

Dia pun merinci, Gunungkidul adalah kabupaten yang mendapatkan produksi perikanan tangkap tertinggi pada semester I yakni mencapai 1.929 ton. Disusul Kulon Progo 1,033 ton, Bantul sebanyak 501 ton, Sleman 53 ton, dan Kota Jogja 1,1 ton. 

Kendati demikian, pihaknya optimistis produksi perikanan tangkap di DIY bisa mencapai target. Sebab, musim ikan tahunan biasanya berada di semester II. “Biasanya September sampai Desember puncak panen ikan laut,” katanya. 

Dia membeberkan Gunungkidul memiliki target produksi perikanan tangkap terbesar di DIY karena mempunyai wilayah pesisir terluas, dengan panjang garis pantai mencapai lebih dari 60 persen dari total garis pantai DIY. 

Baca Juga: Pemerintah Kebut Restorasi Candi Prambanan Yogyakarta,

Selain itu, Gunungkidul memiliki dua pelabuhan perikanan, yaitu PPP Sadeng dan PPP Gesing, serta sejumlah kawasan yang menjadi sentra aktivitas perikanan tangkap. Jumlah nelayan dan armada penangkapan ikan di Gunungkidul yang relatif lebih besar dibandingkan kabupaten pesisir lainnya juga menjadi pertimbangan. 

“Dengan potensi tersebut, Gunungkidul menjadi salah satu penopang utama produksi perikanan tangkap di DIY,” jelasnya. 

Tahun ini DKP DIY menargetkan ikan tangkap di Gunungkidul mencapai 4.257 ton, sedangkan di Kulon Progo 2.125 ton, Bantul 837 ton, Sleman 92,8 ton, dan Kota Jogja 2,9 ton. 

Apabila target produksi perikanan tangkap dapat tercapai, kata dia, manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh nelayan. Hal ini bisa mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Baca Juga: Mbeumo Tak Sabar untuk Jalani Debut di Liga Champions bersama Manchester United

Di sisi lain, Peningkatan aktivitas perikanan juga akan menggerakkan perekonomian di sekitar pelabuhan dan tempat pelelangan ikan. Sekaligus mendukung usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja.

Pihaknya berharap sektor perikanan tangkap DIY semakin berkembang dan produktif. DKP DIY akan terus mendorong peningkatan sarana dan prasarana, serta penguatan kapasitas nelayan. 

“Sehingga produktivitas meningkat dan kesejahteraan nelayan semakin baik,” pungkasnya. (cin)

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Faktor Iklim el nino mencapai target DKP DIY ikan tangkap