JOGJA – Ajang tahunan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) dipastikan berpindah lokasi penyelenggaraan pada tahun ini. Sebelumnya, lokus terpusat di Tugu Pal Putih, kini bergeser ke kawasan Titik Nol Kilometer. Pemindahan ini diproyeksikan untuk menampung lebih banyak wisatawan dan menambah lama tinggal mereka.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, jumlah 40 ribu penonton sangat berjubel di Tugu. Dampaknya, cerita wayang yang ingin disampaikan dalam gelaran tersebut tidak dapat diterima dengan baik pula.
Dengan pemindahan lokasi ke kawasan Titik Nol alur cerita pementasan wayang dianggap dapat dinikmati maksimal. Pun pemkot juga telah mengonsep kegiatan tersebut seperti pawai di sepanjang Jalan Malioboro. “Ketika kita jereng atau tarik lebih panjang dari Teteg sampai ke Titik Nol, cerita wayang ini jadi bisa dinikmati," ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota, Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Potensi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau ke DIY Sangat Kecil, Masyarakat Tetap Diminta Waspada
Selain aspek tersebut, pemilihan kawasan Malioboro sebagai pusat kegiatan juga karena titik tersebut merupakan salah satu daya tarik paling kuat bagi wisatawan. Hasto ingin memberi kemudahan bagi para wisatawan yang tengah berkunjung ke Malioboro agar dapat langsung menikmati sajian seni tanpa harus berpindah lokasi.
Lebih lanjut, politisi berlatar belakang dokter itu juga menekankan bahwa penyelenggaraan agenda pariwisata ini merupakan strategi pemkot mendorong pergerakan ekonomi. Sehingga, WJNC tahun ini digelar tidak hanya saru hari. Namun ada rangkaian yang berlangsung hingga satu pekan.
"Intinya kami ingin supaya length of stay orang yang ke Jogja itu lebih panjang. Mengenai target wisatawan, kalau dulu 40.000 orang, target saya tidak usah tinggi-tinggi, 60.000 orang,” bebernya.
Baca Juga: Mantan Karyawan Little Aresha Ungkap: Anak Dibedong Hampir Seharian di Little Aresha
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menambahkan, dalam rangkaian HUT ke-270 Kota Jogja, pemkot tidak hanya mengandalkan WJNC. Namun ada berbagai kegiatan yang bekerja sama dengan para pelaku usaha dan pariwisata di Jogjakarta. Supaya perhelatan besar bagi Kota Jogja itu tidak hanya menjadi hingar bingar saja. Namun juga memberi dampak positif bagi masyarakat.
“Kami harapkan terjadi peningkatan yang signifikan untuk pariwisata dan ekonomi Jogja agar jauh lebih menggeliat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Lucia Daning Krisnawati mengungkapkan, tema WJNC tahun ini mengusung Gana Kalajaya. Puncak kegiatan akan diselenggarakan pada tanggal 7 Oktober 2026. Sebelum itu ada rangkaian seperti sport tourism, pameran/bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga panggung konser musik.
“WJNC selama 10 tahun menjadi puncak hari ulang tahun Kota Jogja. Namun tahun ini kami mengemasnya menjadi WJNC Festival sebagai satu rangkaian acara,” tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita