JOGJA - Mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di Simpang Empat Gramedia Jogja, menuntut Polda DIY mengusut seluruh tindakan kekerasan yang dilakukan terhadap massa aksi.
Ketua Umum Serikat Mahasiswa (Sema) UGM Mesa Syafitra mengatakan, dalam waktu 2×24 jam setelah konferensi pers di Bundaran UGM, Kamis (3/9), pihaknya menuntut kapolda DIY mengadakan konferensi pers mengenai permintaan maaf terkait brutalitas, keterlibatan aktif, serta pembiaran oleh aparat kepolisian dan ormas preman.
Baca Juga: Klaim Mylanta sebagai Semprotan Merica, Sema UGM Desak Polda DIJ Ralat dan Minta Maaf
"Lalu kedua, kami menuntut pernyataan unggahan Polda DIJ menuduh massa aksi membawa dan menyemprotkan cairan merica ke pihak kepolisian adalah penggiringan opini dan berita bohong," katanya kepada wartawan.
Sementara itu, mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY) Maul menceritakan kronologi yang terjadi saat ia dituduh membawa semprotan merica. Saat itu, polisi mendatanginya sambil berteriak bahwa dia dituduh membawa sprayer yang berisi cairan merica.
Karena memahami bahwa alat tersebut merupakan alat medis untuk menetralisir efek pepper spray, dia kemudian mengambil alat tersebut dan mengatakan, "Ini punya medis." "Namun sayangnya, pada postingan Polda DIJ, suara dari video itu dikecilkan atau bahkan dihilangkan gitu," bebernya.
Pada video aslinya, terdapat rekaman lanjutan yang menunjukkan dirinya membantu rekan-rekan massa yang terkena semprotan merica menggunakan alat berwarna oranye, yang merupakan alat penetralisir dari pepper spray.
Baca Juga: Sopir Ekspedisi di Sleman Gelapkan Ban Truk, Sebabkan Kerugian Perusahaan Rp 42 Juta
Salah satu anggota tim medis yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan, sebenarnya isi dari tabung oranye yang disebut Polda DIJ sebagai semprotan merica tidak lebih dari air dan larutan Mylanta yang dicampur.
Air itu diisi ketika berada di dekat posko medis yang memiliki sumber air, kemudian dicampur dengan Mylanta. "Di beberapa aksi sebelumnya itu cukup terbukti bisa membantu,” katanya.
Menurutnya, campuran itu sementara dapat membantu mengurangi efek perih akibat gas air mata atau kemungkinan partikel pepper spray.
Dari jaringan gabungan paramedis jalanan dan tim relawan medis UGM, jumlahnya hanya sekitar lima tabung oranye berisi campuran Mylanta. "Selain itu, selama pengetahuanku pribadi, tidak ada massa aksi lain mungkin yang menggunakan spray lain," tuturnya.
Baca Juga: 17 Gedung KDMP di Bantul Rampung, Pemkab Fokus Siapkan Operasional
Di luar itu, ada beberapa massa aksi yang menggunakan spray dengan cairan sama, yakni larutan air dan Mylanta. Namun, dari tim gabungan relawan paramedis jalanan dan tim medis UGM, hanya menggunakan botol itu. "Dan satu lagi botol yang lebih besar," lanjutnya. (cin/laz)
Editor : Herpri KartunSumber : Radar Jogja