RADAR JOGJA - Pemerintah menargetkan produksi pertanian nasional mencapai 56,959 juta ton gabah kering giling untuk padi, 22,7 juta ton jagung, serta 343 ribu ton kedelai pada 2026.
Guna menyokong target strategis dan kemandirian pangan nasional tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memperkuat ketersediaan benih unggul bersertifikat melalui gelaran Jogja Benih Expo #2 2026 yang dibuka di BP3MBTP Unit Gading, Playen, Gunungkidul yang berlangsung pada Rabu-Jumat (26-28/8/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan, expo yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY ini bertindak sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan seluruh mata rantai perbenihan.
Baca Juga: Man City Siapkan Rp1,7 Triliun untuk Winger Everton, Enzo Fernandez Diklaim Segera Merapat
Mulai dari peneliti, pelaku usaha, penyuluh, hingga petani diintegrasikan untuk memperkuat industri benih nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan lahan.
Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan Ladiyani Retno Widowati menambahkan, langkah Pemda DIY ini sejalan dengan misi Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.
Guna memperkuat ketersediaan benih bermutu, Kementerian Pertanian menyalurkan alokasi APBN untuk sertifikasi benih dan pengawasan distribusi, serta mengucurkan bantuan program Mandiri Benih di DIY berupa pengembangan benih padi seluas 50 hektare dan kedelai 10 hektare.
Baca Juga: Edukasi Safety Riding Astra Motor Yogyakarta Bekali Generasi Muda Jadi Duta Keselamatan Berkendara
Sekda Gunungkidul Sri Suhartanta berharap sinergi antara akademisi, industri, pemerintah, dan petani melalui inovasi benih lokal bersertifikat ini mampu memecahkan masalah sosial-ekonomi di tingkat akar rumput, mengentaskan kemiskinan, serta menekan angka stunting.
Editor : Meitika Candra Lantiva