Komisi A DPRD Kota Jogja Dorong Potensi Kelurahan Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:07 WIB
Sekretaris Komisi A DPRD Kota Jogja Candra Akbar Ishmata
Sekretaris Komisi A DPRD Kota Jogja Candra Akbar Ishmata

JOGJA - Komisi A DPRD Kota Jogja mendorong pemerintah mengoptimalkan berbagai potensi yang dimiliki setiap kelurahan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat kewilayahan.

Sekretaris/pimpinan Komisi A DPRD Kota Jogja Candra Akbar Ishmata mengatakan, setiap kelurahan di Kota Jogja memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda-beda untuk dikembangkan. Potensi tersebut tidak hanya berkutat pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi juga mencakup kampung wisata, seni budaya, hingga industri kreatif berbasis komunitas.

Menurutnya, kreativitas masyarakat Kota Jogja dalam mengembangkan potensi wilayah sudah terlihat di berbagai kampung. Sejumlah wilayah bahkan telah memiliki produk unggulan maupun daya tarik wisata yang mampu menjadi modal penggerak ekonomi.

Karena itu, potensi tersebut perlu mendapat dukungan pemerintah melalui fasilitas dan infrastruktur yang memadai agar dapat berkembang lebih optimal.

“Kami melihat langsung di akar rumput wilayah, warga Jogja itu sangat nyeni, kreatif dan inovatif. Potensi ini harus bisa ditangkap oleh Pemerintah agar bisa menjadi daya ungkit perekonomian di tingkat kewilayahan,” ujar Candra Akbar, Selasa (21/7/2026).

Politisi Partai Golkar itu menilai pendampingan pemerintah tidak boleh berhenti pada pemberian modal maupun pembangunan sarana dan prasarana. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait perlu memberikan pembinaan secara berkelanjutan, mulai dari pelatihan manajemen, peningkatan kualitas produk hingga penguatan pemasaran digital.

Sebagai bagian dari Komisi A yang memiliki kewenangan di bidang pemerintahan kemantren hingga kelurahan, Candra juga menyoroti pentingnya pengelolaan dana kelurahan secara efektif dan tepat sasaran.

Ia mengingatkan agar anggaran yang digelontorkan ke wilayah tidak habis untuk kegiatan yang bersifat seremonial maupun rutinitas. Sebaliknya, anggaran tersebut harus diarahkan pada program yang memberikan dampak nyata terhadap perekonomian warga.

Program padat karya dan pemberdayaan masyarakat, menurut dia, dapat menjadi salah satu bentuk pemanfaatan anggaran yang mampu memberikan manfaat langsung kepada warga.

“Anggaran kelurahan harus dikelola secara inovatif. Jangan sekadar untuk kegiatan seremonial atau rutinitas biasa, tetapi diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi,” tegasnya.

Candra optimistis pengembangan kampung wisata dan berbagai potensi lokal dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja. Jika sektor-sektor tersebut tumbuh, dampaknya diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

Upaya memperkenalkan potensi wilayah juga telah dilakukan DPRD Kota Jogja. Salah satunya dengan mengarahkan kunjungan kedinasan dari luar daerah ke kampung-kampung yang memiliki berbagai potensi unggulan.

Langkah tersebut dinilai menjadi sarana promosi sekaligus memperkenalkan keberadaan kampung wisata dan produk kreatif masyarakat Kota Jogja kepada para tamu dari luar daerah.

Candra meyakini sinergi antara masyarakat, kampung, dan pemerintah dapat menjadi kekuatan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan kebijakan yang tepat serta pelaksanaan program yang menyentuh kebutuhan warga, potensi lokal diharapkan mampu berkembang menjadi sumber kesejahteraan baru.

“Lewat kebijakan dari DPRD, eksekusi program yang tepat dari Pemkot, dan partisipasi aktif masyarakat, ekonomi Kota Jogja bisa tangguh yang berasal dari potensi Kampung,” tandas Candra. (inu)

Editor : Bahana.
dprd kota jogja ekonomi kreatif Kelurahan Jogja Komisi A kampung wisata