Dua Rumah di Kelurahan Sorosutan Kota Jogja Retak akibat Gempa Bumi Kamis Sore

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:57 WIB
RETAK: Petugas saat melakukan pengecekan terhadap rumah terdampak gempa di Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (20/8/2026). DOKUMENTASI BPBD KOTA JOGJA 
RETAK: Petugas saat melakukan pengecekan terhadap rumah terdampak gempa di Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (20/8/2026). DOKUMENTASI BPBD KOTA JOGJA 

JOGJA  - Peristiwa gempa yang terjadi pada Kamis (20/8/2026) sore memberikan dampak kerusakan di Kota Jogja. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada dua rumah akibat getaran bermagnitudo 3,5 skala richter tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan, berdasar laporan yang diterima dua rumah yang retak akibat gempa itu semuanya berada di Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo. Tepatnya di RT.59/RW.9 Kampung Nitikan Baru, Gang Gemini.

Kerusakan tersebut menimpa kediaman milik Ibu Manda dengan panjang retakan tembok sekitar 5 meter dan kediaman Ibu Nanik dengan panjang retakan sekitar 3,5 meter. Kedua kerusakan berada di ruang tamu dan tergolong retak rambut dengan lebar sekitar 1 milimeter.

Baca Juga: Kalurahan di Sleman Diminta Optimalkan JDIH demi Transparansi Produk Hukum  

“Untuk korban jiwa nihil,” ujar Nur dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026)

Nur mengungkapkan,  berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta gempa bumi terjadi pada pukul 17.20. Pusat gempa berada di Kabupaten Bantul dengan kekuatan magnitudo 3,5.

Dalam laporan BMKG, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Opak. Gempa bumi ini dirasakan di Bantul, Kota Jogja, Kulon Progo, Sleman, Klaten, Solo dan Magelang.

“BMKG mencatat belum ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) pasca-kejadian,” jelas Nur. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Kota Jogja gempa bumi BPBD Kota Jogja Sorosutan Umbulharjo tembok retak