JOGJA – Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Manunggal berhasil mengubah lahan sempit perkotaan di Kampung Wirosaban, Sorosutan, Umbulharjo menjadi lahan pertanian (urban farming).
Bentuknya dengan memanfaatkan lahan sempit di tengah permukiman itu untuk memproduksi berbagai komoditas hingga menjadi penopang pangan warga.
Ketua KWT Karya Manunggal Tutik Atmojowati mengatakan, lahan sempit salah satu warga dipinjamkan kepada kelompoknya untuk memproduksi berbagai komoditas. Meliputi terong, cabai rawit, labu botol, pare, mentimun, bawang merah, hingga berbagai jenis tanaman obat. Selain itu juga dikembangkan peternakan ayam petelur.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Tegaskan Integritas Jadi Kunci Pemerintahan Bersih dan Bebas Korupsi
Lewat penjualan hasil panen di lahan tersebut, Tutik mengaku cukup mendongkrak kesejahteraan para anggota. Kemudian membantu suplai kebutuhan gizi masyarakat. Salah satunya disalurkan ke posyandu.
“Hasil panen diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan 20 anggota KWT dengan harga khusus di bawah harga pasar. Jika produksi melimpah, hasil kebun dijual melalui grup komunikasi warga serta kader posyandu,” ujat Tutik saat ditemui, Kamis (20/8/2026).
Selain dampak ekonomi dan sosial, Tutik menyatakan aktivitas bercocok tanam ini menjadi sarana rekreasi bagi anggota di tengah kesibukan rumah tangga. Momen memetik sayuran dan buah dinilai dapat memberikan kebahagiaan tersendiri.
Baca Juga: Sebanyak 17 KKMP Masih Bingung Pilih Usaha, Disperinkop UKM Dampingi Pengurus Susun Model Bisnis
Dalam operasionalnya, KWT Karya Manunggal juga sudah menerapkan teknologi irigasi tetes otomatis pada area kebun. Sistem tersebut merupakan hasil kolaborasi pendampingan program dari sejumlah universitas.
Serta sangat memudahkan perawatan kebun di tengah-tengah kesibukan para anggota.
“Penyiraman bisa ditinggal, jadi anggota bisa nyambi pekerjaan rumah tangga atau pekerjaan lainnya," bebernya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita