JOGJA – Gelaran rutin tahunan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) tahun ini bakal dikemas berbeda, menjadi WJNC Festival.
Praktis penyelenggaraannya juga bakal digelar sepekan penuh dengan beragam agenda yang disiapkan. Pun lokasinya juga akan dipusatkan di sepanjang Jalan Malioboro dengan panggung utama di Titik Nol Kilometer.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Lucia Daning Krisnawati mengatakan, agenda rutin untuk memperingati HUT Kota Jogja itu sebelumnya dipusatkan di Tugu Golong Gilig. “Pemindahan ini untuk menguji Malioboro sebagai kawasan full pedestrian,” katanya di Balai Kota, Kamis (13/8/2026).
Baca Juga: Adrian Dalmau Ungkap Percakapan dengan Van Gastel Jadi Pembeda di Balik Keputusannya Bergabung
Daning menjelaskan, pada HUT ke-270 Kota Jogja, WJNC akan digelar dari tanggal 1 hingga 7 Oktober 2026. Beragam agenda yang disiapkan mulai dari sport tourism, pameran/bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, hingga panggung konser musik.
“WJNC selama 10 tahun menjadi puncak hari ulang tahun Kota Jogja. Namun tahun ini kami mengemasnya menjadi WJNC Festival sebagai satu rangkaian acara,” ujarnya.
Selain itu, dalam agenda tersebut sebanyak 14 Kemantren di seluruh Kota Jogja serta beberapa pemerintah daerah dari luar DIY turut mengkonfirmasi partisipasi mereka dengan mengusung tema kebudayaan khas masing-masing. Beberapa negara juga akan hadir untuk memeriahkan pawai budaya tersebut.
Baca Juga: Sasar Anak Muda, Dana Keistimewaan Dukung Penyelenggaraan Olimpiade Bahasa dan Aksara Jawa
Daning menetapkan target kunjungan sebanyak 10.000 wisatawan selama rangkaian festival berlangsung. Kendati demikian, ia menekankan target utama dari WJNC bukan sekadar mengejar angka kunjungan. Namun lebih pada dampak ekonomi kepada masyarakat.
Pun, melalui WJNC Festival ditargetkan pula untuk memperpanjang durasi tinggal wisatawan, mendongkrak pengeluaran belanja (spending money), serta menggerakkan mobilitas wisatawan di wilayah Jogjakarta.
Selain itu, pemkot juga sudah menyiapkan festival UMKM secara serentak di 14 kemantren guna memastikan pemerataan dampak ekonomi. Langkah tersebut diharapkan mampu memutar roda perekonomian di tingkat akar rumput serta melibatkan peran aktif seluruh warga Kota Jogja.
Baca Juga: Angkat Isu Peningkatan UMKM, Polres Kulon Progo Terima Kunjungan MC Sespimmen Polri Angkatan ke-67
“Jangan sampai pada HUT ke-270 ini warga masyarakat lokal hanya menjadi penonton," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menyampaikan, pada peringatan HUT Kota Jogja ke-270 akan menggandeng berbagai sektor. Mulai dari BUMD, BUMN, hingga Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Dengan kolaborasi tersebut diharapkan bisa mengemas peringatan HUT ke-270 Kota Jogja tetap meriah meskipun di tengah anggaran yang terbatas. Sepanjang Oktober, beragam agenda besar telah disiapkan untuk menghibur warga maupun wisatawan.
Baca Juga: Pemprov Jateng Uji Bata Interlock, Bangun Rumah Lebih Cepat dan Hemat
Disinggung mengenai target jumlah kunjungan wisatawan selama rangkaian kegiatan peringatan HUT berlangsung, Wawan belum menetapkan angka spesifik. Ini karena masih dalam tahap pemetaan jadwal kegiatan dari tanggal 1 hingga 31 Oktober.
"Kami tidak ingin muluk-muluk. Yang penting kegiatannya konkret, tertata, dan yang paling utama adalah memberikan manfaat bagi masyarakat," tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita