Dinkes Kota Jogja Ungkap Masih Ada Orang Tua Tolak Anaknya Diimunisasi, Orang Tua Diimbau Tidak Ragu

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:08 WIB
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada siswa kelas V saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Negeri Kraton, Kota Jogja, Rabu (5/8/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada siswa kelas V saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di SD Negeri Kraton, Kota Jogja, Rabu (5/8/2026). GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mengimbau masyarakat untuk tidak menolak vaksinasi human papillomavirus (HPV) yang diselenggarakan dalam Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAS) pada Agustus ini. Hal ini karena imunisasi memiliki tujuan membentuk kekebalan tubuh sejak dini.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengakui, sebagian orang tua (ortu) memang tak mengizinkan anaknya menerima imunisasi. Meski, belum dapat merinci terkait beragam alasan dari orang tua.

“Kami harap masyarakat mendukung imunisasi HPV ini karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Baca Juga: Kirim 42 Anggota Pramuka ke Jambore Nasional, Pemkot Magelang Siapkan Duta Karakter Generasi Muda

Endang meminta agar masyarakat bisa memanfaatkan program imunisasi HPV dari pemerintah. Pun biayanya gratis. Namun jika masyarakat memaksakan untuk mendapatkan vaksin di luar program pemerintah, biayanya bisa berkisar antara Rp 900 ribu sampai Rp 1 juta.

Guna mencegah penolakan dalam BIAS, Dinkes Kota Jogja telah melakukan kolaborasi dengan lintas sektor. Baik itu dalam penjangkauan sasaran maupun saat pelaksanaan. Dalam BIAS, pemkot fokus melakukan imunisasi HPV pada  anak laki-laki dengan jumlah 3.146 sasaran.

Kepala Puskesmas Kotagede II Atika Anggiasih mengatakan, sudah mulai melaksanakan imunisasi HPV sejak Selasa (4/8/2026). Sasarannya merupakan anak usia 11 dan 12 tahun untuk rentang SD. Sementara di usia SMP pada rentang 14-15 tahun.

Baca Juga: Update Baru! 13 Tersangka Daycare Little Aresha Segera Disidang, Kejari Jogja Limpahkan Tiga Berkas Perkara ke PN Jogja

Sejauh ini tidak ada efek samping dari imunisasi HPV. Namun memang ada kemungkinan kejadian ikutan pasca-imunisasi (KIPI) seperti demam ringan dan bengkak pada area yang disuntik. Penanganannya dapat dilakukan dengan pemberian obat penurun panas atau kompres pada bagian yang disuntik.

Ia menegaskan, imunisasi HPV penting untuk mencegah kanker serviks atau leher rahim pada perempuan. Serta kanker anus atau orofaring  pada laki-laki. Beberapa tipe dari HPV  bahkan bisa menyebabkan kutil kelamin.

“Orang tua jangan ragu untuk bisa mengizinkan anaknya diimunisasi HPV. Baik laki-laki maupun perempuan, karena memang manfaatnya sangat penting untuk anak-anak ke depan,” pesannya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
tolak vaksinasi cegah kanker orang tua Dinkes Kota Jogja imunisasi HPV