JOGJA - Intensitas kunjungan tamu dari DPRD daerah lain yang studi banding ke DPRD Kota Jogja tergolong tinggi. Menyikapi itu, sekretariat DPRD Kota Jogja membuat terobosan. Penerimaan tamu kedinasan tak terbatas hanya diterima di dalam gedung dewan.
Namun diarahkan melakukan kunjungan lapangan. Di antaranya, mengunjungi sejumlah kampung wisata maupun sentra usaha mikro kecil menengah (UMKM). Layanan itu dinamakan e-kunker DPRD Jogja.
“E-kunker ini menjadi inovasi yang mampu mengubah konsep kunjungan kerja antarlembaga legislatif. Tak hanya berlangsung di ruang pertemuan, tapi juga mengenalkan potensi ekonomi dan budaya di Kota Jogja,” ujar Ketua DPRD Kota Jogja FX. Wisnu Sabdono Putro Senin (3/8).
Baca Juga: Sensus Ekonomi di Kota Jogja Capai 72 Persen, BPS Klaim Belum Ada Penolakan dari Masyarakat
Dikatakan, inovasi e-kunker itu juga menghubungkan kunjungan kerja dengan penguatan ekonomi kampung. Tamu dari luar daerah diajak keluar melihat potensi UMKM dan pelaku usaha di wilayah. Wisnu berpandangan cakupan e-kunker perlu diperluas. Atraksi seni dan budaya di setiap lokasi kunjungan ikut dihadirkan.
Selain produk UMKM, tamu yang datang bisa menikmati seni budaya di kampung yang dikunjungi. Pendekatan ini memberikan dampak ekonomi yang nyata. Dari beberapa kali kunjungan, terjadi transaksi yang nilainya cukup signifikan. Ada yang sehari mencapai Rp 7 juta hingga Rp 10 juta. Bahkan sempat menembus Rp 24 juta.
Tamu-tamu dari dari luar daerah membelanjakan uangnya di sentra-sentra UMKM. “Ini luar biasa karena potensi perputaran uang itu kembali kepada masyarakat di wilayah," kata alumnus Fakultas Hukum UAJY ini.
Baca Juga: Stefan Askovski Resmi Gabung PSS Sleman, Winger Timnas Makedonia Utara Siap Perkuat Super Elang Jawa
Peluncuran e-kunker dilakukan di ruang paripurna DPRD Kota Jogja pada Kamis (30/7) lalu. Selain pimpinan dewan dan pimpinan komisi, acara juga dihadiri Sekda Kota Jogja Budi Santosa Asrori.
Sekretaris DPRD Kota Jogja Antonius Bambang Agung Adrijanto, menjelaskan, e-kunker DPRD Jogja merupakan layanan penerimaan tamu yang dirancang menghadirkan pengalaman kunjungan yang lebih informatif. Sekaligus berdampak nyata bagi masyarakat. Ini sejalan dengan semangat pelayanan publik yang inovatif dan kolaboratif. “Memperkuat ekosistem ekonomi lokal,” kata Bambang.
Melalui e-kunker, tamu yang berkunjung tak hanya memperoleh informasi mengenai tugas dan fungsi DPRD. Tapi juga diajak mengunjungi kampung-kampung yang memiliki potensi wisata dan sentra UMKM. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas,” lanjutnya. Di samping itu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dikatakan, e-kunker dirancang agar setiap kunjungan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan adanya e-kunker DPRD Jogja ini diharapkan tamu-tamu yang berkunjung bisa berbelanja ke pelaku-pelaku UMKM di kampung-kampung.
Harapannya ekonomi kewilayahan itu bisa semakin tumbuh. Melalui inovasi tersebut, DPRD Kota Jogja berharap kunjungan kerja tidak lagi sekadar menjadi agenda administratif. Tapi juga menjadi sarana memperkuat ekonomi kerakyatan. Mempromosikan kekayaan seni budaya, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pemberdayaan potensi kampung di Kota Jogja.
Penerapan e-kunker itu sudah dilakukan. Antara lain tercatat ada sejumlah 149 tamu dari 11 DPRD kota dan kabupaten se-Indonesia telah berkunjung ke Kampung Wisata Tahunan, Umbulharjo, Jogja. Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja Susanto Dwi Antoro mengatakan, kunjungan tersebut menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM. (kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita