TBEG Ditarget Raup Rp 1 Miliar per Tahun, Promosi Fasilitas Diperkuat 

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 20:45 WIB
POTENSIAL: Suasana di Taman Budaya Embung Giwangan Jumat (31/7). Ruang publik di sisi selatan Kota Jogja itu ditarget menyumbang PAD Rp 1 miliar per tahun. (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
POTENSIAL: Suasana di Taman Budaya Embung Giwangan Jumat (31/7). Ruang publik di sisi selatan Kota Jogja itu ditarget menyumbang PAD Rp 1 miliar per tahun. (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA) 

JOGJA - Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG) ditargetkan mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 1 miliar pada 2026. Pemerintah Kota Jogja mengoptimalkan promosi fasilitas untuk menarik lebih banyak pengunjung dan pengguna layanan. 

Kepala UPT Pengelolaan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja Karmila mengatakan, pendapatan TBEG masuk dalam target pemanfaatan barang milik daerah badan layanan umum daerah (BLUD). Target tersebut dinilai realistis mengingat kawasan di sisi selatan Kota Jogja itu sebelumnya mampu menyumbang sekitar Rp 1 miliar.

Menurutnya, potensi pendapatan TBEG berasal dari pemanfaatan berbagai fasilitas. Seperti sewa gedung, area parkir, dan penggunaan lahan. Fasilitas yang tersedia antara lain panggung terbuka, auditorium, ruang pameran, playground, hingga selasar.

Baca Juga: Ikut Tampil di Yogyakarta Gamelan Festival, Banyuwangi Turut Belajar Kelola Festival untuk Event Tahun Depan

“Selain memperkuat promosi, kami juga mengoptimalkan kerja sama dan meningkatkan kualitas layanan melalui pemeliharaan sarpras,” ujarnya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat Minggu (2/8).

Karmila menyebut, promosi dilakukan dengan menggandeng komunitas, instansi, hingga pihak swasta melalui berbagai kegiatan. Selain itu, pengenalan fasilitas juga diperkuat melalui media sosial untuk meningkatkan minat masyarakat berkunjung.

Baca Juga: Mikel Arteta Bungkam soal Vinicius Junior, namun Tegaskan Arsenal Siapkan Transfer Besar

Pengelola juga memperluas akses pemanfaatan jogging track. Jika sebelumnya hanya dapat digunakan pada pagi hari, kini fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan hingga pukul 22.00 atau menyesuaikan jam operasional.

Meski tidak dipungut biaya, pengelola berharap perpanjangan waktu penggunaan jogging track dapat meningkatkan jumlah pengunjung sekaligus berdampak pada pendapatan parkir. “Saat ini mulai banyak yang membuat konten jogging sore di sana,” bebernya.

Baca Juga: Arsenal Hancurkan Girona 4-1, Max Dowman Bersinar saat Christos Tzolis Cetak Gol Debut

Selain mengejar pendapatan, TBEG juga dikembangkan sebagai ruang ekonomi masyarakat melalui program Pasar Minggu. Program tersebut dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kunjungan. “Pasar Minggu didesain sebagai ruang kebersamaan masyarakat yang menggabungkan kebersamaan, interaksi dan hiburan dalam satu ruang,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG) promosi fasilitas pendapatan asli daerah (PAD) TBEG Dinas kebudayaan kota jogja