Gerbang DIY yang Baru Ternyata Bersebelahan dengan YIA, Makna di Balik Desain Cahaya Pradipta

Azri Ghaida Nur Ilya Nahdi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 12:34 WIB
Pradesain karya arsitektur bertajuk ”Cahaya Pradipta Penanda Gerbang Perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta” (Tangkapan layar: Instagram/birotapemsetdadiy)
Pradesain karya arsitektur bertajuk ”Cahaya Pradipta Penanda Gerbang Perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta” (Tangkapan layar: Instagram/birotapemsetdadiy)

 


RADAR JOGJA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan pemenang Sayembara Pradesain Penanda Perbatasan DIY 2026.


Juara 1 dimenangkan oleh  karya bertajuk “Cahaya Pradipta Penanda Gerbang Perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta” setelah bersanding dengan sekitar 400 desain lain dari pendaftar di seluruh Indonesia.


Penetapan pemenang ini diumumkan dalam sidang pleno penjurian akhir di Ruang Gadri, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (20/7/2026).

Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku Gubernur DIY bertindak sebagai Dewan Juri Kehormatan.


Pemenang karya, Marcelo Diaz Octavianus warga Wonosari, Gunungkidul, mengaku sempat mengalami kebuntuan ide sebelum akhirnya menemukan inspirasi saat melakukan survei lapangan di perbukitan kapur kawasan Rongkop, Gunungkidul.


Ia menyaksikan semburat sinar matahari menembus celah bukit kapur yang terbelah.

Memperlihatkan pemandangan yang kemudian ia terjemahkan menjadi konsep utama desainnya.


Menurutnya, cahaya bukan sekadar elemen estetis.

Melainkan metafora dari kehangatan, keramahan, harapan, dan keterbukaan Yogyakarta dalam menyambut siapa pun yang berkunjung.

Baca Juga: Vozinha Selangkah Lagi Gabung Colo Colo, Pahlawan Tanjung Verde di Piala Dunia Siap Berkarier di Chile


Kisah ini menarik karena Marcelo secara harfiah merancang ikon kebanggaan seluruh DIY dari pengamatan langsung terhadap lanskap kampung halamannya sendiri, bukan sekadar riset di atas kertas.


Yang jarang disorot dari kompetisi ini, dua titik yang akan dipasangi gerbang baru bukan lokasi sembarangan.


Desain penanda gerbang ini akan diterapkan di dua koridor selatan DIY, yakni kawasan Karangwuni, Rongkop, Kabupaten Gunungkidul di sisi timur dan kawasan Sindutan, Temon, Kabupaten Kulon Progo di sisi barat.


Lokasi Temon berada satu wilayah dengan Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA), gerbang udara utama DIY yang melayani penerbangan domestik dan internasional sejak beberapa tahun terakhir.


Gerbang penanda baru ini berpotensi menjadi salah satu elemen visual pertama yang dilihat wisatawan begitu keluar dari kawasan bandara menuju pusat Kota Yogyakarta.


Sementara itu, lokasi Rongkop di sisi timur dipilih karena karakter bentang alamnya yang khas dan kedekatannya dengan situs geopark, kawasan karst Gunungsewu yang sudah diakui UNESCO sebagai Global Geopark, sekaligus jadi sumber inspirasi langsung desain Cahaya Pradipta.

Baca Juga: RB Leipzig Tolak Tawaran Rp 2 Triliun Real Madrid untuk Yan Diomande


Dengan dua lokasi strategis yang saling melengkapi, satu berdekatan dengan gerbang udara modern dan satu lagi berakar dari lanskap alam purba kawasan karst, gerbang DIY yang baru dirancang untuk menyapa siapa pun yang datang.

Baik lewat darat maupun udara, dengan cerita yang sama yaitu cahaya yang menuntun menuju Jogja. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
pemenang desain sayembara Marcelo Diaz Octavianus Cahaya Pradipta Penanda Gerbang Perbatasan DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X UNESCO