Becak Listrik Gratis Kian Diminati, Dishub DIY Kenalkan Transportasi Ramah Lingkungan di Malioboro

Yusuf Bastiar • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 19:47 WIB
Pengemudi becak listrik mengantar wisatawan berkeliling kawasan Malioboro secara gratis, Kota Jogja, Selasa (21/7/2026). Foto: GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
Pengemudi becak listrik mengantar wisatawan berkeliling kawasan Malioboro secara gratis, Kota Jogja, Selasa (21/7/2026). Foto: GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

JOGJA - Program layanan becak listrik gratis di kawasan Malioboro terus menarik perhatian wisatawan. Memasuki pelaksanaan keempat, jumlah pengguna menunjukkan tren meningkat.

Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memanfaatkan program tersebut sebagai ajang kampanye kendaraan tradisional ramah lingkungan sekaligus memperkenalkan keberadaan becak listrik kepada masyarakat.

Seorang wisatawan asal Solo Tesa Rere mengaku, tidak menyangka mendapat layanan becak listrik gratis sesaat setelah tiba di Yogyakarta. Bersama rombongannya, ia memanfaatkan fasilitas tersebut usai turun dari KRL di Stasiun Tugu.

Baca Juga: Erwan Kembali, Wendy Tak Lagi Panpel, PSIM Jogja Gandeng Mantan Wartawan hingga Sekretaris Timnas

"Saya datang dari Solo naik KRL, turun di Stasiun Tugu. Setelah keluar stasiun mau jalan kaki ke Titik Nol, ternyata ada layanan becak listrik gratis dari Dinas Perhubungan. Kami rombongan enam orang langsung mencoba fasilitas ini," ujarnya saat ditemui di pangkalan bekas Parkiran Abu Bakar Ali, Selasa (21/7/2026). 

Menurut Tesa, pengalaman pertama menaiki becak listrik memberikan kesan positif. Selain nyaman, moda transportasi tersebut dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi seperti kendaraan bermotor konvensional.

Ia berharap layanan becak listrik semakin berkembang di kawasan Malioboro. Meski nantinya berbayar, Tesa mengaku tetap tertarik menggunakan moda transportasi tersebut untuk berkeliling kawasan wisata.

"Kalau nanti sudah tidak gratis pun saya ingin mencoba lagi. Menurut saya menarik dan tampilannya juga bagus," imbuhnya.

Baca Juga: Tim Promosi Punya Finansial Lebih Baik, Van Gastel Prediksi Super League 2026/2027 Bakal Lebih Kompetitif

Kepala Bidang Angkutan Dishub DIY Wulan Sapto Nugroho menjelaskan, program becak listrik gratis merupakan bagian dari kampanye kendaraan tradisional yang didanai melalui Dana Keistimewaan.

Sepanjang tahun ini, kata dia, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung sembilan kali, setiap Selasa Wage.Selain mengenalkan becak listrik kepada wisatawan, program tersebut juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan para pengemudi becak.

Selama kegiatan berlangsung, ishub menyewa jasa para pengemudi sehingga wisatawan dapat menikmati layanan tanpa dipungut biaya.

"Dalam tahap kampanye ini masyarakat kami layani secara gratis. Pengemudinya kami booking dari pukul 14.00 hingga 18.00," katanya.

Baca Juga: Manuskrip Merapi-Merbabu di Magelang Simpan Misteri Literasi Kuno; Diukir di Kedua Sisi tapi Tulisan Tidak Tembus

Respon wisatawan, lanjut dia, terus meningkat pada setiap penyelenggaraan. Jika pada pelaksanaan pertama jumlah pengguna masih terbatas, pada kegiatan ketiga tercatat lebih dari 100 penumpang memanfaatkan layanan tersebut.

Dalam setiap kegiatan, dishub menggandeng koperasi pengemudi becak yang menyiapkan sekitar 50 unit becak listrik. Para pengemudi bersiaga di sisi utara Malioboro dan melayani rute wisata mengelilingi kawasan pusat kota.

"Rutenya dari Malioboro menuju Titik Nol Kilometer, kemudian ke Jalan Mataram dan kembali lagi ke ujung Malioboro. Rata-rata satu becak bisa melayani dua sampai tiga kali perjalanan selama kegiatan berlangsung," jelasnya.

Baca Juga: Diserbu, Job Fair Dikunjungi 1.858 Pencari Kerja: Dinsosnakertrans Kota Jogja Targerkan Ini

Di sisi lain, Dishub DIY mulai menguji sistem pembayaran digital sebagai bagian dari modernisasi layanan becak listrik. Meski belum berbentuk aplikasi, sistem tersebut memungkinkan penumpang mengetahui tarif secara transparan melalui pemindaian kode QR.

"Ini bagian dari digitalisasi. Penumpang cukup melakukan scan barcode, memasukkan nama dan nomor becak, kemudian tarif akan muncul di sistem. Nantinya pembayaran bisa dilakukan secara tunai maupun non-tunai seperti QRIS," terang Wulan. (bas)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Becak Listrik kampanye dishub diy kendaraan tradisional Malioboro