Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jogjakarta Kian Kokoh sebagai Kota Event Berkat Wisata dan Pendidikan

Cintia Yuliani • Jumat, 17 Juli 2026 | 21:45 WIB
Dosen Prodi Ilmu Ekonomi, FEB UMY, Prof Dr Endah Saptutyningsih
Dosen Prodi Ilmu Ekonomi, FEB UMY, Prof Dr Endah Saptutyningsih

 

DIJ terkenal sebagai kota event. Tidak hanya menjadi tujuan penyelenggaraan festival budaya dan konser musik, DIJ juga menjadi lokasi favorit berbagai kegiatan akademik berskala nasional hingga internasional.

Dosen Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMY Prof Dr Endah Saptutyningsih mengatakan, status Jogjakarta sebagai kota wisata dan kota pendidikan menjadi dua faktor utama yang mendorong tingginya penyelenggaraan berbagai event. "Jadi datang ke Jogja bukan hanya untuk menghadiri acara, tetapi juga menikmati destinasi wisatanya,"  ujarnya, Jumat (17/7).

Baca Juga: Meneguhkan Jogjakarta sebagai Kota Festival, Jadi Barometer Nasional, Sayang Transportasi Publik Belum Optimal

Menurutnya, Jogjakarta memiliki daya tarik wisata yang beragam. Berbeda dengan daerah lain yang didominasi satu jenis destinasi, DIJ menawarkan berbagai pilihan mulai dari kawasan cagar budaya, pantai, pegunungan hingga wisata alam lainnya.

Variasi itu membuat pengunjung memiliki banyak alternatif aktivitas selama berada di Jogjakarta. Selain sektor pariwisata, predikat sebagai kota pelajar turut memperkuat posisi DIJ sebagai tuan rumah berbagai agenda akademik. Mulai dari konferensi internasional, seminar, hingga workshop rutin digelar di berbagai perguruan tinggi maupun fasilitas pertemuan yang tersedia.

"Di sisi lain, masyarakat DIJ juga masih menjunjung tinggi seni dan budaya, sehingga sangat mendukung penyelenggaraan event yang berkaitan dengan kebudayaan," katanya.

Faktor penunjang lain adalah kemudahan akses menuju Jogjakarta. Keberadaan bandara internasional, jaringan kereta api, serta sarana transportasi lainnya memudahkan mobilitas peserta event dari berbagai daerah maupun luar negeri.

Di samping itu, biaya penyelenggaraan kegiatan di Jogjakarta relatif lebih terjangkau dibandingkan kota besar seperti Jakarta maupun Bali. Ketersediaan hotel, penginapan, hingga fasilitas kampus juga menjadi nilai tambah bagi penyelenggara. "Itu yang membuat Jogja bisa menjadi event hub atau kota event," jelasnya.

Ia menilai jenis kegiatan yang paling sering diselenggarakan di DIJ masih didominasi festival budaya, seni, musik, serta berbagai agenda akademik. Menurutnya, kombinasi antara kota wisata dan kota pendidikan menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dari luar daerah.

Dari sisi ekonomi, penyelenggaraan event memberikan efek ganda bagi berbagai sektor. Tidak hanya meningkatkan okupansi hotel, tetapi juga mendorong sektor transportasi, restoran, destinasi wisata, hingga pelaku usaha penyedia perlengkapan acara seperti panggung, dekorasi, dan kebutuhan teknis lainnya. "Retribusi wisata juga dapat meningkat, sehingga pendapatan daerah juga bertambah," paparnya.

Namun demikian, Endah mengingatkan tingginya aktivitas event juga perlu diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang baik. Peningkatan jumlah wisatawan berpotensi memicu penurunan kualitas udara akibat emisi kendaraan, meningkatnya konsumsi air dan listrik di sektor akomodasi, bertambahnya volume sampah, hingga risiko overtourism ketika jumlah pengunjung melampaui kapasitas kawasan.

Menurut Endah, penyelenggaraan event di DIJ juga tidak terpusat di Kota Jogja. Seluruh kabupaten telah aktif mengembangkan agenda yang menonjolkan potensi daerah masing-masing. Mulai dari festival budaya, kegiatan olahraga, hingga promosi destinasi wisata.

Baca Juga: Heri Pemad, 19 Tahun Bertahan Jadi Promotor Sekaligus Dirut ARTJOG; Jogja Hidup dari Festival, Event Telah Jadi Gaya Hidup

Contohnya Kabupaten Gunungkidul yang menggelar ajang lari untuk menarik wisatawan mengenal objek wisata setempat. Sementara Sleman, Kulon Progo, Bantul, maupun Kota Jogja juga rutin menyelenggarakan berbagai event.

"Masing-masing kabupaten dan kota berupaya menampilkan potensi wisatanya melalui berbagai kegiatan, sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan," tandasnya. (cin/laz)

Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja
Prambanan jazz ArtJog event Jogjakarta