JOGJA - Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PASTHY menanggapi lesunya aktivitas ekonomi di PASTHY akhir-akhir ini. Pasalnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh tema spesifik yang menjadi daya tarik utama di pasar tersebut.
Kepala UPTD PASTHY Agus Purnomo mengatakan,tidak bisa memaksa pengunjung untuk membeli. Sebab, pasar yang beralamat di Jalan Bantul, Mantrijeron itu merupakan pasar tematik yang tidak semua orang memiliki kebutuhan khusus untuk datang dan membeli setiap hari.
Namun, pihaknya sudah memiliki komitmen untuk mendongkrak kunjungan. Melalui upaya tersebut, Agus yakin dapat mendongkrak penjualan para pedagang.
Baca Juga: Pedagang PASTHY Jogja Keluhkan Kunjungan Ramai Tapi Tidak Ada Pembeli
Kegiatan yang dilakukan di antaranya dengan kegiatan di luar perdagangan seperti lomba, Koes Plus-an setiap akhir pekan dan pembukaan layanan samsat setiap hari Kamis.
Selain itu, PASTHY juga membuka pintu kolaborasi dengan sekolah-sekolah. Mulai dari tingkat TK hingga SD untuk kegiatan luar kelas. Kehadiran para siswa yang diantar oleh orang tua diklaim dapat menstimulasi penjualan tanaman hias maupun satwa.
“Upaya kami adalah bagaimana membuat orang tertarik untuk datang ke PASTHY terlebih dahulu. Dengan meningkatnya kunjungan, peluang terjadinya transaksi antara pedagang dan pengunjung tentu akan semakin besar," ungkap Agus melalui sambungan telepon. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita